KUALAKAMPAR -- Ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Teluk Bakau Kecamatan Kuala Kampar tak lagi galau. Terutama sulitnya mendapatkan BBM jenis solar atau bensin untuk menyalakan mesin genset.Kini warga setempat sudah menikmati penerangan listrik melalui  bantuan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat senilai Rp 12 miliar melalui anggaran APBN pada tahun 2015 lalu.

"Seyogyanya PLTS itu diawal 2016 sudah dioperasionalkan dan sudah dinikmati masyarakat Desa Teluk Bakau Kecamatan Kuala Kampar,"kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Pelalawan H Nipto Anin, S.Sos melalui Kepala Bidang Ketanaga Listrikan Joni Naidi S Sos, Selasa 26 juli 2016.

Disebutkan Joni, proyek miliaran rupiah untuk masyarakat Desa Teluk Bakau Kecamatan Kuala Kampar itu merupakan kucuran proyek APBN 2015 lalu.

"Itu proyek pusat melalui APBN 2015 yang kerjakan oleh pihak ketiga,"paparnya.

Tak tanggung sambung Joni Naidi, pembangunan jaringan listrik yang mengandalkan tenaga surya itu menghasilkan daya lebih kurang 70 KWP. "Perkiraannya bisa dinikmati oleh 400-500 KK di desa setempat serta lampu penerangan jalan,"bebernya.

Hanya saja ditanya apakah tahun 2016 ini Kabupaten Pelalawan mendapatkan proyek yang sama, Kabid Ketenagaan Listrik Distamben Pelalawan menyatakan, tahun ini belum ada.

Terpisah, Camat Kuala Kampar Tengku Syafril SIP MSi, melalui Kepala Seksi Ekonami dan Pembangunan Tengku Indrawan,S.Sos juga membenarkan proyek PLTS Terpadu di Desa Teluk Bakau.
"Alhamdulillah masyarakat sudah lama selesai dan sudah pula diikmati masyarakat,"ujarnya.

Namun, mantan staf Humas dan PDE Setkab Pelalawan menyampaikan keluhan masyarakat soal pemadaman listrik. "Cuma pelayanan PLN Ranting Teluk Dalam yang dikeluhkan masyarakat. Karena masih terjadi pemadaman bergilir,"ujarnya sambil berharap kondisi pemadaman segera berakhir dan masyarakat bisa menikmati listrik 24 jam.**(ham)