• Bangunan SMA unggul Wonosari Tengah terlihat dari jauh.

BENGKALIS -- Praktek dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggulan kecamatan Bengkalis yang menelan anggaran daerah pemerintah kabupaten Bengkalis hingga mencapai Rp18 miliar lebih itu saat ini terbengkalai, bahkan Satuan Kerja (Satker) Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis yang bertanggungjawab bahkan PT. Lies Marga Indah selaku pihak rekanan pelaksana belum tersentuh oleh penegak hukum.

Berdasarkan data yang diperoleh  bahwa pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul terletak dijalan Wonosari Tengah, kecamatan Bengkalis tersebut sudah dilakukan pembangunan tiga(III)  tahap sejak tahun 2013 lalu dengan anggaran Rp 11 Miliar hingga ditahun 2015 kembali dianggarkan senilai Rp4 miliar lebih dengan pelaksana PT. Lies Marga Indah.

“Pembangunan SMA unggul wonosari Tengah udah tiga tahap. Sudah habiskan angaran sekitar Rp18 miliar,”ungkap salah seorang PNS Dinas Pendidikan Bengkalis enggan disebutkan namanya, Kamis 28 April 2016 di kantornya.

Ia menjelaskan, pembangunan SMA unggulan terdengar sudah diperiksa oleh pihak Kejaksaan Tinggi Riau namun hingga sekarang belum jelas penyelesainya. “Bapak mengertilah, kalau seandainya tidak diproses setidaknya sudah jelas bagaimana selesaikanya,”cetusnya.

Seorang warga setempat Muslim mengatakan, tahun 2015 lalu pembangunan SMA Unggul tersebut dilanjutkan pembangunannya. Tetapi pembangunan SMA Unggul itu tak kunjung selesai, bahkan kondisi bangunan SMA unggul tersebut selain dinding dan lantai banyak retak juga belum selesai 100 persen. 

”Untuk bangun SMA unggul itu saja sudah habiskan Rp18 miliar, tetapi hasilnya masih minim dan sangat prihatin. Bahkan saat ini terbengkalai. Kita menduga pengerjaan tersebut tidak sesuai dengan dokumen teknis (bestek) pelaksanaan. Kita meminta aparat penegak hukum jangan main mata terhadap indikasi dugaan korupsi apalagi jelas didepan mata,”tegasnya.

Sementara itu, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Adi Prasetyo saat ditemui dikantor nya tidak pernah berada diruangannya. “Bapak sedang dinas diluar Kota,”kata seorang staf bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Bengkalis.

Adi Prasetyo yang merupakan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis itu memang jarang masuk kantor.**(put)