UJUNGBATU -- Sekolah sejuta prestasi layak dinobatkan untuk MTSN 1 Tandun-Ujungbatu, karena belum lama ini madrasah yang dipimpin Drs Afdizon tersebut telah menerima piagam penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten Rokan Hulu. Jika tidak ada aral melintang, madrasah terbaik se Riau tahun 2013 itu akan menuju ke Adiwiyata tingkat Provinsi Riau.

Hal ini terungkap saat tim penilaian Adiwiyata dari BLH Provinsi Riau yang dipimpin Hermanto dan BLH Kabupaten Rohul, Kamis 14 APril 2016 mengunjungi MTSN  1 Tandun-Ujungbatu untuk melihat program Adiwiyata yang telah dilaksanakan pihak madrasah sekaligus memberikan penilaian.

Agenda yang digelar di Labor IPA tersebut dihadiri, Kepala MTSN 1 Tandun-Ujungbatu, Drs Afdizon, Waka bidang kesiswaan, Ahlakkisman Sag, Ketua Adiwiyata madrasah, Mazwir Zakaria, Ketua Komite, H Zulfikar MPd serta majelis guru.

Kepala MTSN 1 Tandun-Ujungbatu, Drs Afdizon mengucapkan terima kasih kepada komite, majelis guru dan para pelajar yang telah berjuang tanpa mengenal waktu untuk mewujudkan madrasah mendapatkan penghargaan Adiwiyata.

Selaku madrasah terbaik dan kepala madrasah berprestasi di Provinsi Riau, Drs Afdizon mengaku sangat berat memikul prestasi ini sendiri tanpa ada kerjasama dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan madrasah.

“Saya siap melaksanakan program baik dari Kemenag Rohul maupun Kanwil Provinsi,” tegas kepala madrasah berprestasi se Provinsi Riau itu.

Sementara ketua komite, H Zulfikar MPd menjelaskan untuk melengkapi keperluan program Adiwiyata di madrasah tersebut sering terganjal dengan keterbatasan dana. Karena sambungnya program Adiwiyata ini sangat membutuhkan dan yang cukup besar.

“Kami sudah pernah mengajukan proposal bantuan kepada pihak perusahaan yang ada di lingkup mdarasah. Namun, jawaban pihak perusahaan belum dapat membantu dikarenakan situasi ekonomi saat ini sangat sulit,” terang H Zulfikar.

Namun semangatnya untuk memperjuangkan Adwiyata ini tidak surut, dengan kemampuan yang ada melalui sumbangsih sukarela dari orangtua siswa program ini dapat dijalankan.

Pada kesempatan yang sama, tim penilaian Adiwiyata dari BLH Provinsi Riau, Hermanto mengatakan kedatangan mereka bertujuan untuk memberikan penilaian dan memantau pelaksanaan program Adiwiyata di MTSN 1 Tandun-Ujungbatu ini. Karena sekolah yang melaksanakan program Adiwiyata di Kabupaten Rohul ada 2 salah satunya madrasah tersebut.

Kata Hermanto lagi, hasil penilaian ini nantinya akan dibawa ke provinsi untuk dilakukan verifikasi, dan selanjutnya di kroscek oleh pihak yang telah ditentukan. “Jadi yang menentukan pemenang dalam program Adiwiyata tingkat Provinsi ini adalah sekolah atau madrasah yang bersangkutan bagaimana menjalankan program Adiwiyata itu di sekolah,” jelasnya.

Hermanto juga menerangkan, program Adiwiyata ini bukan hanya ajang perlombaan, lebih dari itu Adiwiyata ini merupakan kewajiban untuk menyehatkan sekolah. Ia juga meminta, agar pihak madrasah lebih semangat untuk meraih Piagam Adiwiyata ini, karena jika salah seorang saja dari pengurus tidak aktif dapat membatalkan Adiwiyata.

Herman juga mengapresiasi program Adiwiyata yang telah dilaksanakan di madrasah tersebut salah satunya, pengolahan barang bekas menjadi kerajinan tangan serta penghijauan di lingkungan madrasah.**(lim)