Tes Urine Bagi ASN, Pemprov Riau Ajukan Anggaran di APBD Perubahan
Jumat, 01 April 2016 - 00:00:00 WIB
PEKANBARU -- Pencegahan penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obat terlarang yang digalakkan Pemerintah melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini, juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
"Karena test urine tersebut membutuhkan dana, maka Pemprov Riau akan mengajukan anggarannya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2016," jelas Kepala BKP2D Riau Asrizal kepada wartawan, Jumat 1 April 2016 di Pekanbaru.
Asrizal mengatakan, pada prinsipnya Pemprov Riau mendukung penuh dilakukannya test urine bagi ASN dan juga kalau memungkinkan anggarannya juga akan dilakukan bagi tenaga honorer. Hanya saja dikarenakan itu memerlukan anggaran, maka belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
Jika nantinya telah ada anggaran, Asrizal mengaku kalau test urine itu akan dilakukan secara mendadak, apakah itu pada saat selesaui upacara, atau dengan cara lainnya.
"Kita ingin semua bisa dilakukan test, jangan ada yang tertinggal, karena ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Riau dalam membasmi bahaya Narkoba ini, terutama dilingkungan kerja, melalui ASN," tegasnya.
Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau ini juga menegaskkan kalau nantinya pada saat test urine didapati ASN yang positif menggunakan Narkoba, maka akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kalau masih bisa untuk direhabilitasi, akan direhabilitasi, atau diserahkan kepada penegak hukum, karena nya bagi yang positif akan dilakukan test lanjutan, melalui rambut dan lainnya," jelas Asrizal.
Dia berharap seluruh ASN dilingkungan Pemprov Riau bisa menjauhi yang namanya Narkoba, karena jika sudah ketagihan, tidak hanya bisa merusak bagi dirinya sendiri, orang lain pun akan bisa terkena imbasnya.
"Yakni bisa dengan munculnya praktek kejahatan atau lainnya yang bisa merugikan oleh pengguna Narkoba itu, jadi sebagai ASN, sudah seharusnya kita bisa menjadi panutan yang baik bagi masyarakat luas," ungkapnya.**(mad)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Akui Diperiksa Sebagai Saksi
AF Bantah Terlibat Dugaan Korupsi Bansos
Gaungriau.com -- Polikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Azmi Fatwa (AF) membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) sebesar Rp290 miliar pada anggaran tahun 2012 silam. Dia tak menampik kalau dirinya diperiksa oleh penyidik Polda Riau, namun hanya sebatas dimintai keterangan (saksi) atas tersangka…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penyalahgunaan Lem di Kalangan Anak
Pemkab dan Aparatur Inhil Diminta Serius Menyikapi
Gaungriau.com -- Maraknya fenomena 'ngelem' di kalangan anak-anak di Indragiri Hilir (Inhil), terutama di kota Tembilahan terkesan ada pembiaran oleh pemerintah Kabupaten Inhil. Sejauh ini belum ada langkah konkrit dari pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda Inhil ini. Menanggapi hal itu, ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia cabang Inhil,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker TNI Ditertibkan
Gaungriau.com -– Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker yang berlabel TNI di tertibkan Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/3-1 Kota Dumai dalam operasi Pekan Disiplin TNI yang digelar di dua lokasi berbeda yakni di Jalan Sudirman dan Jalan Lintas Bukit Timah Dumai, Selasa 15 September 2015. Celana…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Terkait Dugaan Korupsi Bansos
Jamal Abdillah Sebut Politikus PKS Ikut Terlibat
Gaungriau.com -- Mega korupsi dana hibah atau bantuan sosial (Bansos) tahun anggaran 2012 sebesar Rp 290 miliar yang melibatkan mantan Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Jamal Abdillah ternyata masih banyak yang keterlibatan sejumlah anggota dewan yang masih aktif. Selain Jamal Abdillah yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, juga…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
PKK Kampar dan Granat Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba
Gaungriau.com -- Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar bekerjasama dengan Granat (gerakan Nasional Anti Narkotika) Kabupaten Kampar mengadakan penyuluhan bahaya narkoba terhadap siswa dan siswi SLTA dari 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar yakni Bangkinang Kota, Bangkinang, Salo, XIII Koto Kampar, dan Koto Kampar Hulu, dilaksanakan di Aula Kantor Bupati…





