Dirut RSUD Pasir Pengarayan Mengaku Tanda Tangannya Dipalsukan
Kamis, 04 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
PASIR PENGARAYAN -- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasir Pengarayan, dr. Wildan Asfan Hasibuan M.Kes akui, tanda tangannya juga ikut dipalsukan oleh oknum pelaku yang membuat Surat Keputusan (SK) kerja puluhan tenaga honor di RSUD.
Dikatakan Wildan, Kamis 4 Februari 2016, dimana puluhan calon tenaga honor yang sudah jadi korban janji bisa dimasukan bekerja di RSUD Pasir Pengarayan, telah kantongi SK bodong alias palsu yang dibuat oknum tidak bertanggungjawab.
“Para korbannya belum sempat berkerja, karena kita mengetahui, bahwa tandatangan di SK tersebut dipalsukan. Bahkan tandatangan saya juga ikut mereka, “ kata Wildan.
Bahkan Wildan curiga, karena di SK kerja banyak terjadi kejanggalan. Dirinya juga sudah melaporkan pemalsuan tandatangan dirinya ke Sekretaris Daerah Kabupaten Rohul, Ir Damri.
“Dari cara penulisannya juga salah, termasuk juga penomoran surat. Kemudian kop suratnya juga salah,” terang Wildan, bahkan disebutkannya tandatangan dirinya discan serta asal coretan.
Dirinya sengaja tidak melaporkan pemalsuan tanda tangan dirinya ke polisi, karena Kepala BKD Rohul, Fajar Sidqy, sudah lebih dulu melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan ke Polres Rohul.
Wildan juga menerangkan, bahwa jumlah tenaga honor di RSUD Pasir Pengarayan yang ditanggung di APBD Rohul capai 300 orang, terdiri tenaga medis, para medis, Satpam, petugas dapur umum sampai tukang cuci.
“Untuk petugas kebersihan atau cleaning service, kerjasama dengan pihak ketiga,” ucapnya.
Dimana sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Muhammad Wirawan Novianto yang ditanya terkait tindak lanjut laporan kepala BKD Rohil menyatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi terkait perkara dugaan pemalsuan tanda tangan terkait penerimaan tenaga honorer di RSUD Pasir Pengarayan.
M Wirawan juga menyebutkan, pihaknya akan bertemu dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang sudah kumpulkan bukti SK palsu atau bodong dengan tanda tangan palsu pejabat di lingkungan Pemkab Rohul.**(lim)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Akui Diperiksa Sebagai Saksi
AF Bantah Terlibat Dugaan Korupsi Bansos
Gaungriau.com -- Polikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Azmi Fatwa (AF) membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) sebesar Rp290 miliar pada anggaran tahun 2012 silam. Dia tak menampik kalau dirinya diperiksa oleh penyidik Polda Riau, namun hanya sebatas dimintai keterangan (saksi) atas tersangka…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penyalahgunaan Lem di Kalangan Anak
Pemkab dan Aparatur Inhil Diminta Serius Menyikapi
Gaungriau.com -- Maraknya fenomena 'ngelem' di kalangan anak-anak di Indragiri Hilir (Inhil), terutama di kota Tembilahan terkesan ada pembiaran oleh pemerintah Kabupaten Inhil. Sejauh ini belum ada langkah konkrit dari pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda Inhil ini. Menanggapi hal itu, ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia cabang Inhil,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker TNI Ditertibkan
Gaungriau.com -– Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker yang berlabel TNI di tertibkan Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/3-1 Kota Dumai dalam operasi Pekan Disiplin TNI yang digelar di dua lokasi berbeda yakni di Jalan Sudirman dan Jalan Lintas Bukit Timah Dumai, Selasa 15 September 2015. Celana…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Terkait Dugaan Korupsi Bansos
Jamal Abdillah Sebut Politikus PKS Ikut Terlibat
Gaungriau.com -- Mega korupsi dana hibah atau bantuan sosial (Bansos) tahun anggaran 2012 sebesar Rp 290 miliar yang melibatkan mantan Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Jamal Abdillah ternyata masih banyak yang keterlibatan sejumlah anggota dewan yang masih aktif. Selain Jamal Abdillah yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, juga…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
PKK Kampar dan Granat Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba
Gaungriau.com -- Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar bekerjasama dengan Granat (gerakan Nasional Anti Narkotika) Kabupaten Kampar mengadakan penyuluhan bahaya narkoba terhadap siswa dan siswi SLTA dari 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar yakni Bangkinang Kota, Bangkinang, Salo, XIII Koto Kampar, dan Koto Kampar Hulu, dilaksanakan di Aula Kantor Bupati…





