• Azmi R Fatwa

BUKITBATU -- Lahan Persawahan, terutama di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis ternyata semakin hari semakin menciut, karena selain persawahan mereka tergerus abrasi, juga tidak sedikit masyarakat mengalihkan fungsi dari menanam padi ke perkebunan sawit.

Demikian disampaikan Anggota DPRD Bengkalis Dapil Bukit Batu - Siak Kecil Azmi R Fatwa, Ahad 31 Januari 2016, dikatakannya, persoalan ini mulai menimbulkan kekhawatiran dikalangan DPRD Bengkalis, sebab akibat abrasi dan beralihnya aktifitas masyarakat dari mengolahan sawah ke perkebunan itu, mengakibatkan ruang lingkup untuk produksi padi di Kecamatan Bukit Batu makin menurun.

Menurut Azmi Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Bengkalis kurang perhatian dan kurang tanggap dalam hal ini. Hanya berkilah mengadakan pengkajian yang tak kunjung selesai.

"Distanak Bengkalis selalu saja berkilah mengkaji ini dan itu, tapi hasilnya sangat minim," tandasnya.

Untuk abrasi ini, Azmi meminta pada Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk segera mencari solusi terbaik, bertujuan untuk menyelamatkan lahan pertanian disana, meskipun harus meminta bantuan dari pusat dengan menjemput bola.

"Sedangkan, terkait masyarakat mulai merubah dari lahan persawahan dijadikan perkebunan itu, salah satu penyebabnya karena Pemerintah sendiri kurangnya memberi keyakinan pada masyarakat dengan bimbingan yang baik, terhadap pengembangan penanaman padi." Ujar Azmi.

Lebih lanjut dikatakan mantan aktivis mahasiswa ini, karena penanaman padi di kecamatan Bukit Batu itu, hanya sawah tadah hujan, tanpa ada pengairan irigasi, artinya hanya bisa panen satu tahun hanya satu kali, dan ketika musim kemarau tiba, lahan persawahan tersebut kering dan menganggur, untuk itu Pemerintah kususnya Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis harus benar-benar memperhatikan hal ini.

Sehingga dengan kondisi itu, selain para petani mulai bosan, karena penghasilannya satu tahun hanya satu kali dan itupun jika pertanian mereka tidak terserang hama, diiringi dengan Pemerintah yang kurang melakukan sosialisasi dan survey.

“Kondisi ituah, yang membuat masyarakat disana mulai bosan menanam padi, sebab penghasilan kurang menjanjikan, dibanding dengan perkebunan, sebab menanam sawit satu kali bisa panen berulang kali, tanpa harus menanam kembali seperti tanaman padi, “ungkapnya

Terkait hal ini, pihak Komisi III telah mengusulkan dilahan pertanian tersebut dibuat proyek pengairan yang berasal dari sumur bor melalui SKPD, namun adanya usulan tersebut, diakuinya belum dijadikan prioritas Pemda, sedangkan sebelumnya, sudah menjadi perdebatan bersama di komisi komisi kalangan DPRD Bengkalis.

“Karena belum jadi program prioritas Pemda, maka dipastikan tidak ada anggaran di APBD 2016 untuk program tersebut, padahal usulan tersebut benar benar untuk mensejahterakan para petani padi di Kecmatan Bukit Batu, “tutupnya Kecewa. 

Oleh karena itu, lanjutnya, kalau perhatian Pemerintah terhadap perekonomian kerakyatan masih kurang ada respon seperti ini, sampai kapan masyarakat akan dapat dientaskan dari kemiskinan.**(put)‎