PEKANBARU -- Asisten IV Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, Sentot Djoko Prayitno membuka Workshop evaluasi pencapaian Milenium Development Goals (MDGs) bagi Kota Pekanbaru, Kamis 10 Desember 2015 di ruang Bappeda Pekanbaru.

Sentot menyebutkan, tahun 2015 adalah akhir dari program MDGs yang ditetapkan oleh 186 negara di dunia yang jadi anggotanya. "Tahun 2016 kita akan memasuki SDGs (Sustanable Development Goals)," sebut Sentot.

Menurut Sentot, mengingat akhir Program tahun ini, maka pihaknya perlu melakukan evaluasi seberapa besar pencapaian dan ketidak capaian.
"Dari delapan Goal ada yang sudah tercapai, ada yang setengah dan bahkan ada yang sama sekali belum tercapai," bebernya.

Sentot menambahkan, dengan adanya workshop seperti ini. Maka pihaknya bisa melakukan koordinasi antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sehingga bisa mengetahui bagaimana cara mencapainya.

"Karena SKPD adalah ujung tombak yang menjadi perealisasi semua indikator MDGs. Sebab mereka yang menetap Rencana Asli Daerah, yang merujuk kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)," ungkapnya.

Ia menyebutkan delapan komitmen global, nasional dan daerah yang akan dicapai itu diantaranya, mengurangi kemiskinan dan kelaparan, tingkatkan pendidikan, pemberdayaan perempuan, kesehatan dan kelestarian lingkungan,

"Pada periode MDGs ada delapan goals, 15 target dengan 63 indikator yang ditetapkan. Maka terhitung tahun depan dengan diberlakukannya SDGs naik menjadi 17 goals, 169 target dan 252 indikator," pungkasnya.

Sejauh ini lanjut Sentot, semua kegiatan ke delapan goals yang ada di Pekanbaru sudah selaras dengan pembangunan yang dilakukan Pekanbaru sebahagian besar sudah sesuai target. "Semoga evaluasi ini bisa merangkum dan berguna," tutupnya.**(rls/humas)