PN Pasir Pengarayan Masih Kekurangan Hakim dan Pegawai
Kamis, 21 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
PASIR PENGARAYAN -- Pihak Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengarayan kabupaten Rokan Hulu (Rohul), awal tahun 2016 masih kekurangan tenaga Majelis Hakim, pegawai, dan tenaga honorer.
Diakui Humas PN Pasir Pengarayan, Binsar Samosir, saat ini tinggal 5 hakim yang bertugas di lembaganya, setelah beberapa hakim dimutasikan pada akhir 2015.
Kelima hakim yang tersisa, yakni Ketua PN Pasir Pengarayan Lilin Herlina, SH MH merangkap sebagai Hakim Ketua, Wakil Ketua PN merangkap hakim, dan tiga hakim lain, termasuk Binsar Samosir sebagai hakim anggota.
Selain kekurangan majelis hakim, PN Pasir Pengarayan, juga masih kekurangan Pegawai Negeri Sipil dan tenaga honor dalam membantu proses berkas persidangan. Binsar juga mengaku, dalam maksimalkan pelayanan terutama dalam proses persidangan di PN Pasir Pengarayan harus ada tiga majelis hakim, yakni Hakim Ketua, dan dua lainnya sebagai Hakim Anggota.
“Dalam memaksimalkan proses persidangan (di PN Pasir pangarayan) harus ada sembilan hakim,” ucap Binsar.
Katanya, bila Mahkamah Agung (MA) Ri lakukan perekrutan penerimaan hakim baru, dan dipastikan seluruh pengadilan di seluruh daerah tidak lagi kekurangan hakim, dalam rangka meningkatkan pelayanan. Dimana sejak 2011 hingga 2015, MA belum melakukan penerimaan hakim baru atau pun pegawai, sehingga proses persidangan di PN Pasir Pengarayan belum maksimal.
Awal tahun ini jelas Binsar, ada sekitar 20 perkara disidangkan oleh PN Pasir Pengarayan setiap hari. Dampaknya, sidang dilaksanakan hingga Magrib. “Untuk sidang dilaksanakan hingga Magrib, karena banyak jadwal sidang, sementara hakim masih terbatas,” jelasnya.**(lim)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Akui Diperiksa Sebagai Saksi
AF Bantah Terlibat Dugaan Korupsi Bansos
Gaungriau.com -- Polikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Azmi Fatwa (AF) membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) sebesar Rp290 miliar pada anggaran tahun 2012 silam. Dia tak menampik kalau dirinya diperiksa oleh penyidik Polda Riau, namun hanya sebatas dimintai keterangan (saksi) atas tersangka…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penyalahgunaan Lem di Kalangan Anak
Pemkab dan Aparatur Inhil Diminta Serius Menyikapi
Gaungriau.com -- Maraknya fenomena 'ngelem' di kalangan anak-anak di Indragiri Hilir (Inhil), terutama di kota Tembilahan terkesan ada pembiaran oleh pemerintah Kabupaten Inhil. Sejauh ini belum ada langkah konkrit dari pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda Inhil ini. Menanggapi hal itu, ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia cabang Inhil,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker TNI Ditertibkan
Gaungriau.com -– Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker yang berlabel TNI di tertibkan Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/3-1 Kota Dumai dalam operasi Pekan Disiplin TNI yang digelar di dua lokasi berbeda yakni di Jalan Sudirman dan Jalan Lintas Bukit Timah Dumai, Selasa 15 September 2015. Celana…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Terkait Dugaan Korupsi Bansos
Jamal Abdillah Sebut Politikus PKS Ikut Terlibat
Gaungriau.com -- Mega korupsi dana hibah atau bantuan sosial (Bansos) tahun anggaran 2012 sebesar Rp 290 miliar yang melibatkan mantan Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Jamal Abdillah ternyata masih banyak yang keterlibatan sejumlah anggota dewan yang masih aktif. Selain Jamal Abdillah yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, juga…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
PKK Kampar dan Granat Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba
Gaungriau.com -- Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar bekerjasama dengan Granat (gerakan Nasional Anti Narkotika) Kabupaten Kampar mengadakan penyuluhan bahaya narkoba terhadap siswa dan siswi SLTA dari 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar yakni Bangkinang Kota, Bangkinang, Salo, XIII Koto Kampar, dan Koto Kampar Hulu, dilaksanakan di Aula Kantor Bupati…



