PASIR PENGARAYAN -- Kepala Dinas Bina Marga Pengairan (BMP) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Harisman melalui Sekretaris Zakrih Arsjal mengungkapkan, pihak telah mengajukan dana ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rohul untuk dilakukan pembahasan. Ia mengharapkan agar tidak ada pemotongan untuk anggaran di dinasnya, hal ini bertujuan agar tidak berdampak kepada pembangunan Infrastruktur.
 
"Ya kalau bisa jangan di potong lah anggaran yang sudah kita ajukan tersebut. Kalau dipotong juga, tentunya akan berdampak pada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dan lainya," katanya, Kamis 14 Januari 2016 saat ditemui di kantornya Komplek Bina Praja kota Pasir Pengarayan.
 
Ia menambahakan, dana yang diajukan. Tentunya sudah mempunyai porsi yang memang sangat di butuhkan dala Pembangunan infrastruktur di Rohul. Untuk itulah dirinya berharap kepada anggota dewan untuk tidak melakukan pemotongan. Sehingga program yang sudah direncanakan bisa berjalan dengan lancar dan aman di 2016.
 
Untuk pengajuan dana yang telah di serahkan ke pihak DPRD untuk di bahas berjumlah sekira Rp. 193 Milyar (M), dengan prioritas pembangunan infrastruktur Jalan dan jembatan yang menjadi tanggung jawab Kabupaten.
 
"Di 2016 ini kita prioritaskan untuk pembangunan jalan kabupaten. Akan tetapi tidak mengenyampingkan jalan Desa. Jadi semua sudah kita perhitungan porsinya. Makanya, kita berharap tidak ada pemotongan lagi, anggaran yang telah kita ajukan," jelasnya.
 
Zakrih menjelaskan, di 2016, pihak BMP juga mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat yang berjumlah sekira Rp. 89, 5 M. Dimana, Rp. 89,5 M tersebut terdiri dari Bina Marga mendapat bantuan Rp.84, 4 M, dan Pengairan sebesar Rp. 5 M.
 
Jumlah bantuan DAK tersebut, jauh meningkat dibandingkan 2015 lalu, yang mana bantuan tersebut hanya berjumlah Rp.21 M. Tentunya hal ini menguntungkan bagi pemerintah Rohul.
 
Lebih lanjut dijelaskannya, DAK yang telah diberikan oleh pemerintah Pusat tersebut, nantinya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur Jalan, Jembatan dan Irigasi.
 
"Ada dua irigasi yang akan kita bangun dan renovasi. Seperti pembangunan Irigasi Sungai Okak di batang samo dan Sungai Batang Samo. Itu yang akan kita bangun, serta perbaikan irigasi lainya yang sudah rusak," jelasnya.
 
Bukan hanya menerima DAK, Rohul juga mendapat bantuan keuangan dari Provinsi sebesar Rp.44, 7 M. Yang akan di gunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan.
 
Jika ditambahkan sejumlah bantuan, baik dari Pusat dan Provinsi, secara keseluruhan berjumlah sekira Rp.134,3 M. Jika dikalkulasikan jumlah bantuan yang diterima dan usulan tersebut, APBD sisa sebanyak Rp.58 M.
 
"Ya kita berharap aja, jangan ada potongan lagi. Kalau gak ada kan semakin lancar dalam pengerjaan program yang telah direncanakan di 2016," pungkasnya.**(lim)