PEKANBARU -- Harga bahan bakar minyak (BBM) kini sudah resmi diturunkan pemerintah. Namun, harga kebutuhan pokok di pasaran masih saja tinggi. DPRD kota Pekanbaru meminta agar pihak terkait untuk segera menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran mengikuti harga BBM yang sudah turun.

"Kita belum melihat ada penurunan harga kebutuhan pokok di pasaran, demikian pula tarif angkutan. Seharusnya penurunan harga BBM diikuti dengan turunnya harga barang dan tarif angkutan umum," ungkap Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru H Fatullah kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 7 Januari 2016.

Ditegaskan politisi Gerindra ini, pemerintah Kota Pekanbaru diingatkan untuk segera mengambil langkah agar ada keseimbangan perekonomian masyarakat pasca turunnya harga BBM ini. Sebab, saat BBM dahulunya naik, pedagang dan pemilik usaha langsung ikut menaikkan harga dan tarif.

"Jangan hanya disaat BBM naik, semuanya teriak agar harga barang dan tarif angkutan dinaikkan juga. Sekarang BBM turun harusnya turun juga. Agar perekonomian masyarakat kita semakin membaik," ujarnya.

Fathullah juga menambahkan, persoalan penyesuaian harga kebutuhan pokok dan tarif angkutan umum dengan harga BBM ini menjadi perhatian serius oleh Pemko Pekanbaru, terutama Disperindag segera melakukan inspeksi mendadak ke lapangan guna memastikan harga kebutuhan sudah bisa turun.

"Tolong ini diprioritaskan. Karena masyarakat sudah banyak mengeluhkan harga kebutuhan dan tarif masih mahal padahal BBM sudah turun dan keluhan ini berkali-kali sampai ke telinga kami di DPRD. Meski minyak baru turun 5 Januari kemarin, namun ini harus disikapi secara cepat. Kami di DPRD akan terus memantau," pungkasnya.**(dwi)