PUJUD -- Keberadaan benteng Siarang-Arang kini sebagian besar sudah ditutupi oleh pohon berbagai jenis dan semak belukar meski begitu masyarakat sekitar sekitar tetap mengenal dengan baik keberadaan benteng dan kisah yang ada di baliknya.

Keberadaan bekas benteng tersebut erat kaitannya dengan legenda seorang panglima yang pernah bercokol di daerah ini yang dikenal dengan sebutan panglima Nyarang.

Menyadari pentingnya keberadaan bekas benteng sebagai salah satu situs budaya, anggota DPRD Rohil Yunadi SE meminta pemerintah daerah untuk bisa memperhatikan kelestarian benteng yang sekarang letaknya berada di kepenghuluan Siarang-Siarang, Pujud tersebut.

"Sudah seharusnya menjadi cagar budaya yang dikelola oleh pemerintah, dalam artian kondisi benteng bisa di lestarikan begitu juga sejarahnya di dokumentasikan dengan baik pula," ujar Yunadi, Rabu 25 Nopember 2015 lalu.

Pihak terkait menurutnya pernah turun melihat keadaan benteng itu dari pusat tapi sejauh ini pemkab belum mengambil langkah kongkrit untuk upaya pelestarian situs yang berkaitan erat dengan budaya lokal (local content) masyarakat Rohil itu.

"Saya berkomitmen agar pada 2016 nanti ada upaya promosi terhadap keberadaan benteng termasuk upaya pemugaran atau pembersihan sejumlah areal di lingkungannya," kata Yunadi.

Saat ini kondisi benteng semakin tertutupi oleh dedaunan sehingga menimbulkan keprihatinan bagi dirinya selaku tokoh muda yang tidak ingin kehilangan jati diri serta jejak sejarah dari para pendahulu daerah ini.**(Adv/Us)