PASIR PENGARAYAN -- Ternyata pendidikan gratis di Rokan Hulu (Rohul) hanya bohong belaka, faktanya para orang tua wali murid merasa diresahkan dengan adanya Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan pihak Komite Sekolah dan Kepala Sekolah SDN 005 Rambah, di Desa Sukamaju.

Disampaikan, salah orang tua wali inisial NN, ibu dari pelajar di SDN 005 Rambah tersebut, anaknya termasuk kategori penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM), seharusnya menerima Rp 500 ribu, tapi pihak komite sekolah dan para guru memotong dana tersebut.

"Kami cuma diberikan duit Rp 200 ribu, kata gurunya, uang itu mereka yang pegang, nanti kalau rusak baju anak saya, mereka akan mengantinya, kami minta pihak aparat kepolisian supaya memeriksa pungutan itu, soalnya saat ini selain ekonomi sulit, mata pencaharian tidak memadai, sebab mengapa mereka yang membelikan baju anak kami, kami bisa bisa kami membelikan baju anak kami," tuturnya NN, Sabtu 7 Nopember 2015.

Masih NN, seharusnya dana BSM itu sudah dikeluarkan dua bulan yang lalau, tapi pihak sekolah selalu berdalih kalau jaringan di Bank itu lelet. "Jadi tak masuk akal pak, masa Bank BRI dua bulan jaringannya lelet, setahu saya yang mendapat dana BSM itu sebanyak 19 orang pak," kata Ibu ini mengaku kala nama harus dirahasiakan kalau tidak pihak sekolah nanti akan menghukum anaknya.

Diungkapkanya, kini ada lagi pembangunan untuk pagar dan semenisasi padahal kemarin para orang tua wali murid sudah membayar sebesar Rp 80 ribu, kini dipungut lagi sebesar Rp 125 ribu lagi, herannya pihak sekolah sama orang tua wali murid lagi mereka meminta.