Gaungriau.com -- Kabupaten Bengkalis bersiap untuk menjadi fokus perhatian dalam dunia pendidikan vokasi dan teknologi maritim di tingkat nasional. Menjelang pelaksanaan Kontes Kapal Indonesia (KKI) yang dijadwalkan pada tahun 2026, Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) sebagai penyelenggara terus mempercepat berbagai persiapan yang saat ini telah mencapai hampir 80 persen.
Acara bergengsi di tingkat nasional ini akan diselenggarakan dari tanggal 14 hingga 17 September 2026 dan diperkirakan akan dihadiri oleh puluhan institusi pendidikan dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan total peserta dan pendamping sekitar 961 orang.
Budhi Santoso, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pelaksana KKI 2026, menyatakan bahwa panitia sedang fokus untuk menyelesaikan beragam kebutuhan teknis, mulai dari kesiapan tempat perlombaan, revitalisasi waduk, pemasangan media promosi, hingga pengaturan akomodasi bagi para peserta.
"Secara keseluruhan, persiapan sudah mencapai sekitar 80 persen. Saat ini kami terus menyempurnakan tempat dan berbagai aspek teknis lainnya," kata Budhi, Jumat, 11 September 2026.
Dia menyampaikan, pelaksanaan KKI 2026 akan terpusat di tiga lokasi utama. Lapangan Tugu Bengkalis akan digunakan sebagai tempat untuk acara pembukaan dan penutupan.
Sementara itu, Waduk PDAM Tirta Terubuk disiapkan sebagai arena perlombaan kategori Autonomous Surface Vessel (ASV), Electric Remote Control (ERC), dan Fuel Engine Remote Control (FERC).
Sedangkan kategori Inovasi Desain dan Konstruksi (IDK), Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV), serta Inovasi Sistem Permesinan dan Kelistrikan (ISPK) akan digelar di lingkungan Kampus Politeknik Negeri Bengkalis.
Tak hanya menjadi ajang kompetisi teknologi maritim, KKI 2026 juga akan menghadirkan Car Free Night yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat, terutama sektor UMKM yang akan memanfaatkan tingginya kunjungan peserta dan tamu selama kegiatan berlangsung.
Dari sisi akomodasi, Budhi memastikan kebutuhan penginapan peserta secara umum telah tersedia. Namun hingga saat ini masih ada 10 dari total 52 kampus finalis yang belum menyampaikan kepastian kebutuhan akomodasi karena masih menunggu proses administrasi internal.
“Untuk akomodasi secara umum sudah aman. Tinggal 10 kampus yang masih menunggu proses administrasi di kampus masing-masing,” jelasnya.
Peserta dijadwalkan mulai berdatangan ke Bengkalis pada 11 hingga 13 September 2026. Sebagian akan tiba melalui jalur udara dan dijemput panitia di bandara, sedangkan lainnya menggunakan jalur laut dan melanjutkan perjalanan darat menggunakan bus.
Untuk mengantisipasi kepadatan arus penyeberangan, panitia mengimbau seluruh peserta agar tiba di Bengkalis paling lambat Sabtu, 12 September 2026 atau Minggu siang.
“Kami mengimbau peserta maksimal sudah sampai Sabtu, atau paling lambat Minggu siang. Karena Minggu sore biasanya ramai masyarakat yang balik dari Pekanbaru ke Bengkalis,” katanya.
Ia juga mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Bengkalis terkait kelancaran layanan kapal RoRo.
Empat armada dipastikan tetap beroperasi normal dan satu kapal tambahan disiapkan sebagai armada cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
“Untuk peserta kemungkinan akan disediakan kapal prioritas yang dapat digunakan bersama oleh peserta KKI dan masyarakat umum,” katanya.
Dengan waktu pelaksanaan yang tinggal beberapa hari lagi, Polbeng optimistis seluruh persiapan dapat dituntaskan tepat waktu.
“KKI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi wadah kompetisi dan inovasi teknologi kapal bagi mahasiswa Indonesia, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal serta promosi Kabupaten Bengkalis di tingkat nasional,” pungkasnya. (put)
























