Gaungriau.com -- Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar serangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) di beberapa Fakultas dan Program Studi (Prodi).

Dilansir darihttp://www.umri.ac.id., Kegiatan ini berlangsung dari akhir Juli sampai Agustus 2025. Banyak Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) yang ikut serta, sesuai dengan bidang ilmu mereka masing-masing. Kehadiran LAM adalah langkah penting bagi UMRI untuk memastikan kurikulum baru sesuai dengan standar akreditasi dan siap digunakan pada tahun akademik 2025/2026.

Bimtek ini melibatkan beberapa Fakultas, mulai dari Kedokteran, Teknik, FKIP, Fikom, Hukum, FEB, hingga FMIPA-Kes. Narasumber berasal langsung dari LAM, di antaranya LAMSAMA, LAMDIK, LAMSPAK, LAMEMBA, LAMTEK, LAMINFOKOM, LAMPTEKES, serta BAN PT. Mereka hadir memberikan arahan teknis dan evaluasi langsung agar rancangan kurikulum OBE sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, serta tuntutan akreditasi unggul.

Mereka datang untuk memberikan petunjuk teknis dan penilaian langsung supaya rancangan kurikulum OBE sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, perkembangan teknologi, dan standar akreditasi yang baik.

Rektor UMRI, Dr H Saidul Amin, MA., menegaskan pentingnya agenda ini sebagai bagian dari transformasi akademik universitas. Menurutnya, kurikulum adalah “urat nadi” perguruan tinggi yang bukan hanya soal teknis pembelajaran, tetapi juga arah besar universitas. “Education is learning to become. Perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan sanggup beradaptasi dengan perubahan zaman. Hanya universitas yang adaptif yang akan eksis,” ujarnya.

Wakil Rektor I UMRI, Dr. Hj. Wirdati Irma, SPd MSi, mengatakan bahwa membuat kurikulum OBE adalah langkah penting. Tujuannya agar lulusan UMRI memiliki kemampuan yang jelas, sesuai, dan bermanfaat.

Ia mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar diskusi, tetapi harus menghasilkan kurikulum yang sudah siap digunakan.

"Kami berharap revisi kurikulum yang telah dibuat ini bisa segera diterapkan pada semester ganjil yang akan datang. Penyempurnaan kurikulum akan langsung mempengaruhi kualitas lulusan dan meningkatkan reputasi institusi," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UMRI, Dr H Baidarus, SAg, MM., menyoroti pentingnya transformasi kurikulum untuk menjawab tantangan global. Ia menyebutkan bahwa akreditasi ke depan sangat bergantung pada keberhasilan implementasi OBE.

“Dunia komunikasi, teknologi, dan industri berkembang sangat cepat. Karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu bersaing secara global,” katanya.

Direktur Akademik UMRI, Dr Jupendri, SSos, MIKom., menjelaskan bahwa rangkaian Bimtek ini merupakan tahapan sistematis yang telah dipersiapkan universitas. Output kegiatan diarahkan pada finalisasi draf kurikulum OBE yang ditargetkan dapat diberlakukan mulai 15 September 2025. “Kita tidak ingin kurikulum ini berhenti di atas kertas. Semangat kita adalah menghadirkan kurikulum yang mampu memberikan dampak langsung terhadap mutu pembelajaran dan lulusan,” tegasnya.

Kehadiran narasumber dari LAM juga menegaskan komitmen UMRI terhadap mutu. Narasumber dari LAMSAMA, LAMDIK, LAMSPAK, LAMEMBA, LAMTEK, LAMINFOKOM, LAMPTEKES, hingga BAN PT. memaparkan standar capaian pembelajaran, strategi penyusunan CPL, hingga penggunaan rubrik penilaian. Mereka menekankan bahwa kurikulum OBE harus disusun eksplisit berdasarkan visi universitas, kebutuhan pasar, serta standar akreditasi nasional.

Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Kontrol Mutu (LP2KM) UMRI, Risnal Diansyah, mengatakan bahwa banyak kurikulum di UMRI sudah berusia lima tahun dan perlu diperiksa kembali. Ia juga mengingatkan bahwa pada tahun 2026, ada 16 Program Studi yang akan menjalani akreditasi ulang.

"Oleh karena itu, penting sekali untuk meninjau kurikulum OBE ini agar UMRI siap menghadapi akreditasi dan tantangan zaman," katanya.

Sejumlah Dekan Fakultas pun menegaskan komitmennya. Dekan FEB, Mizan Asnawi, SE, Mec Dev., menyebut Bimtek ini sangat membantu merumuskan kurikulum yang lebih terarah. Sementara Dekan FMIPA-Kes, Dr Prasetya, MSi., menekankan pentingnya kurikulum adaptif di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan di dunia kesehatan.

Secara keseluruhan, Bimtek OBE di UMRI mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan universitas, dosen, hingga pemangku kepentingan. Melalui kegiatan ini, UMRI menegaskan komitmennya melahirkan lulusan unggul, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta industri. Kehadiran Lembaga Akreditasi Mandiri menjadi garansi bahwa kurikulum yang dihasilkan sesuai standar mutu pendidikan tinggi nasional, sekaligus memperkuat langkah UMRI menuju akreditasi unggul.***