Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Hingga saat ini izin beroperasi Laboratorium biomolekuler milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk umum belum keluar. Hal ini menyebabkan pihaknya belum bisa menggunakannya.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, dr Zaini Rizaldi Saragih mengatakan, bahwa sampai sekarang izi pengoperasian laboratorium untuk umum belum keluar dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes).
"Kalau alat-alat laboratorium sudah lengkap. Tinggal izin nya saja, masih di proses. Hal ini mengakibatkan pihaknya belum bisa melakukan swab secara umum," kata Zaini, Selasa 1 Desember 2020.
Menurutnya, pihaknya tidak dapat memastikan izin tersebut dapat keluar. Semua tergantung dari pemerintah pusat. Namun, diperkirakan izin operasional itu tidak terlalu lama diproses oleh Balitbangkes.
Ia berharap dalam satu pekan ini izin operasional laboratorium biomolekuler dapat tuntas, dan dapat beroperasi untuk umum dalam pemeriksaan sampel swab bagi warga Kota Pekanbaru.
"Mudah-mudahan secepatnya bisa selesai izinnya. Kapan nya kita belum bisa pastikan. Tapi itu biasanya tidak lama," terangnya.
Laboratorium biomolekuler ini berada di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru, Jalan Garuda Sakti Km.2 Kecamatan Tampan. Pengadaan laboratorium ini dikatakan zaini mencapai Rp7 miliar.
Diterangkannya, meski izin operasional laboratorium untuk umum belum keluar, namun hingga kini tempat itu sudah menguji 100 sampel swab. Pemeriksaan sampel swab dilakukan untuk kalangan internal sebagai uji coba laboratorium.
"Saat ini, laboratorium itu masih melayani pemeriksaan sampel swab internal atau pasien yang dirawat di RSD Madani saja," ulasnya.
Ditambahkan zaini, jika izin operasional laboratorium ini sudah keluar, maka laboratorium biomolekuler ini mampu memeriksa hingga 1.000 sampel swab dalam sehari. Laboratorium ini hanya melayani pemeriksaan swab warga Kota Pekanbaru, sebagai upaya percepatan penanganan covid-19.**(saf)
























