• Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi

Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Provinsi Riau saat ini dihadapkan dengan kondisi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta sekaligus melawan pandemi Covid-19.

Untuk itu, Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar berharap agar semua pihak mampu mengendalikan dua hal tersebut, sehingga permasalahan ini dapat teratasi dengan sebaik mungkin.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau posko Karhutla yang berada di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau.

"Mudah-mudahan kita bisa mengatasi dua situasi ini sekaligus," katanya.

Gubernur mengatakan, untuk Karhutla, Ketua BPBD Riau bersama Danrem 031/Wirabima telah melakukan peninjaun dan saat ini tidak ada lahan yang terbakar di Riau.

"Saat ini sudah clear, mungkin karena semalaman kemarin hujan, semoga tidak ada lagi Karhutla," ujarnya.

Selain itu, untuk data kasus Covid19 di Riau, dari data yang ada di portal website resmi Covid19 Riau, disebutkan bahwa jumlah kasus positif di Riau saat ini sebanyak 236 kasus, yang sembuh 214 orang, yang masih dirawat 11 orang, sedangkan yang meninggal dunia 11 orang.

"Semoga tahun ini kita bisa mengendalikan Karhutla dan Covid19," tuturnya.

Syamsuar menyampaikan bahwa sampai saat ini masih banyak terjadi Karhutla berulang-ulang di suatu daerah atau di suatu tempat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Syamsuar meminta, Muspidamelakukan pendekatan dan pemberdayaan dengan masyarakat yang tinggal berdekatan dengan lokasi tersebut.

"Maksudnya tahun lalu terjadi Karhutla di lokasi tersebut, tahun ini terjadi lagi di daerah yang sama, itu yang mau kita antisipasi," katanya.

Selain pendekatan dengan warga, sebut Syamsuar, dirinya juga telah meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau untuk melakukan pendekatan dengan perusahaan yang ada di daerah sekitar terjadinya Karhutla.

Dengan harapan, perusahaan bersangkutan akan membantu memberdayakan masyarakat, sehingga penanggulangan Karhutla bisa teratasi dengan baik.

"Harapan saya perusahaan yang berdekatan mereka juga berkewajiban membantu masyarakat disekitar," tuturnya.

Gubri berharap, nantinya masyarakat yang telah diberdayakan oleh pemerintah dapat mengawal terjadinya Karhutla serta mengantisipasi terjadinya kebakaran berulang disuatu daerah.

"Masyarakat bisa mengawal daerahnya, ya kita berharap tidak terjadi lagi di daerah tersebut," ucapnya.**(nda)