PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Setiap tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ironisnya, sampai hari ini puluhan anak di Kota Pekanbaru masih ada yang tidak bersekolah.
Bahkan Pemerintah sudah mewajibkan anak sekolah hingga 12 tahun. Dimana biaya untuk sekolah negeri wajib 9 tahun untuk SD dan SMP sudah digratiskan.
Namun pada kenyataannya dari data Dinas Pendidikan (Disdik) kota Pekanbaru, ada 33 anak putus sekolah. Dan itu belum terdata semua anak yang putus sekolah di kota Pekanbaru oleh Dinas Pendidikan.
Menanggapi hal tersebut, Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi mengaku terkejut dan berharap tidak ada lagi anak putus sekolah di Pekanbaru yang juga merupakan ibu kota Provinsi Riau.
"Biaya pendidikan wajib 9 tahun kan sudah gratis setahu saya. Jadi apa alasan mereka putus sekolah dan penyebabnya?. Ini perlu kita telusuri akar permasalahannya. Kasihan anak-anak tersebut tidak sekolah," ujar Ayat usai upacara hardiknas, Rabu 2 Mei 2018.
Menurut Ayat, pendidikan ini merupakan amanat dari undang-undang. Jika penyebabnya ada disekolah yang menjadikan beban bagi siswa seperti mewajibkan siswa membeli buku dan mereka tidak mampu. Maka pihaknya akan segera memanggil SKPD terkait.
"Saya minta Kepala Disdik Pekanbaru untuk mencari tahu hal ini. Jika penyebabnya dari sekolah yang memberatkan, sehingga mereka putus sekolah. Maka saya minta untuk segera panggil Kepala Sekolahnya," ungkapnya.
Ayat juga berpesan kepada orang tua agar tidak menyuruh anak untuk bekerja diusia sekolah. Pasalnya banyak saya baca dimedia massa, anak usai sekolah disuruh kerja.
"Sekali lagi saya minta Kepala dinas pendidikan Pekanbaru untuk menelusuri angka 33 anak putus sekolah itu apa penyebabnya. Bila perlu, saya yang datang langsung kerumahnya. Yang penting tidak ada alasan bagi anak yang putus sekolah. Kepada sekolah negeri juga saya minta tidak bermain dan memaksa anak untuk beli baju dan buku. Bila penting siswanya dibantu bagi yang tidak mampu,"tegasnya.
Selain itu, Ayat menyebutkan dalam rangka hardiknas 2018 dengan mengangkat tema 'kuatkan pendidikan dan kebudayaan', insan pendidikan bersinergi dan memperkokoh sumber daya manusia (SDM) pendidikan dan menciptakan siswa yang berkualitas.
"Kita juga berusaha untuk melengkapi sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu kita minta semua pihak bisa bersinergi untuk menciptakan SDM yang terampil dan berkualitas menuju masyarakat madani,"harap Ayat.**(saf)
















