RENGAT -- Gaungriau.com -- Dibandingkan Kabupaten/kota lain yang ada di Provinsi Riau. Indragiri Hilir merupakan Kabupaten yang memiliki lahan pertanian yang terbilang sangat luas.
Hal tersebut turut diakui oleh Syamsuar ketika melintasi jalan menuju Desa Benteng Barat, Kecamatan Sungai Batang, Inhil, Ahad 1 April 2018.
Calon Gubernur Riau dengan nomor urut 1 ini mengatakan bahwa dirinya sudah berhasil memajukan sektor pertanian di Kabupaten Siak. Hal ini juga terlintas dipikarannya untuk menjadikan Inhil sebagai lumbung pangannya Riau jika dirinya diamanahkan menjadi Gubernur Riau pada 27 Juni 2018.
"Daerah ini sangat potensial sekali di bidang pertanian. Sayang jika tidak dikelola dengan baik. Semua OPD terkait di Kabupaten Inhil ini harus kompak memajukan sektor pertaniannya demi kesejahteraan rakyat,"ujar Syamsuar yang juga pelopor Zakat Pertanian perdana di Indonesia.
Melihat areal sawah di Benteng Barat Inhil, lanjut Syamsuar, perlu adanya penataan ulang soal irigasinya. Sebab, hingga kini air pembuangan di areal sawah itu belum ada, sehingga air hujan atau luapan sungai akan terus menggenangi areal persawahan.
"Selain soal areal sawah yang selalu banjir, dan juga banyak hama keong emasnya. Di sini perlu peran Dinas PU bidang pengairan untuk membuat drainase, agar air tidak terus menggenangi persawahan," sebutnya.
Menurut Syamsuar, serangan hama ini pasti akan terjadi suatu saat. Namun petani juga harus siap dengan bibit unggul yang tidak mudah diserang oleh hama apapun. Contohnya seperti apa yang sudah dibuat di Kabupaten Siak.
"Siak itu pertanian sawahnya pernah diserang oleh hama werem, hama tikus. Dinas pertanian di Siak segera mencarikan solusinya agar para petani tidak rugi lagi. Dan kalau bisa, petani di sini saat menanam itu serentak dan saat membersihkan sawah juga serentak keseluruhan, ini akan mengurangi hama,"tutupnya.**(rls/saf)






















