RENGAT -- Anggota Dewan Kabupaten Inhu Daerah pemilihan (Dapil) II, Sugengriono meminta kepada dinas pekerjaan umum (PU) Pemerintah Provinsi Riau untuk mempercepat proses kelanjutan pembangunan jalan provinsi lintas selatan tepatnya di Kecamatan Batang Cinaku.

Hal ini disampaikan kepada wartawan, Rabu 1 Juni 2016 di kantor DPRD Inhu, Dia mengatakan, kondisi badan jalan provinsi lintas selatan sekarang ini memang benar bukan parah lagi tapi sudah sangat parah, karena saya sendiri merasakan melintasi jalan provinsi lintas seletan tersebut sudah rusak parah.

"Kita meminta pembangunan jalan provinsi lintas seletan tersebut supaya di percepat, dikarenakan informasi anggaran tahun 2016 ini ada di anggarakan untuk kelanjutan pembangunan badan jalan provinsi lintas seletan tersebut," katanya.

Anggota DPRD Inhu, Sugeng Riono dari partai demokrat daerah pemilihan (dapil) II Kabupaten Inhu menambahkan, Akibat kondisi badan jalan provinsi lintas seletan Kecamatan Batang Cinaku sangat menganggu aktivitas masyarakat sebab jalan provinsi lintas selatan yang mengubungi antar desa, kecamatan dan ke kota, apalagi pada saat cuaca musim hujan, kendaraan roda empat sangat sulit dilalui, sedangkan roda dua harus di dorong, sementara jika musim kemarau tangan yang dihadapi masyarakat adalah debu dari badan jalan.

Memang badan jalan provinsi lintas selatan tersebut bisa dilalui masyarakat tidak terlepas kepedulian dari pihak perusahaan untuk membantu material ke titik titik badan jalan seperti bantuan material dari pihak perusahaan PT Tasma Puja dan PT Arvena Sepkat serta perusahaan lainnya yang beroperasi di sekitar Kecamatan Batan Cinaku.

Jadi bukan berarti pihak perusahaan melintasi jalan provinsi lintas seletan mengangkut CPO tapi ada kepeduliannya memperbaiki badan jalan yang rusak di sejumlah titik badan jalan yang rusak.
 
"Kondisi Jalan Provinsi Lintas Selatan masih jalan tanah  Kecamatan Batang Cinaku sekitar 18 Kilometer mulai dari Desa  Cinaku Kecil sampai dengan Desa Aur Cina sementara yang lainnya sudah bangunan religid dari pemerintah Provinsi," ucap Sugengriono.**(Ob)