BUKIT BATU -- Dalam rangka mencegah dan mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Bengkalis khususnya Kecamatan Bukit Batu, PT. SPM (Sekato Pratama Makmur)  melakukan sosialisasi terpadu tentang, Kawasan Lindung, Tata Batas, Tata Ruang, Konservasi tanah dan air, rencana kerja umum, rencana kerja tahunan, Community Relation program  dan Penanganan Kebakaran Lahan dan Hutan di aula kantor Desa Buruk Bakul Kecamatan Bukit Batu, Jum’at 5 Februari 2016.

Acara di hadiri oleh Camat Bukit Batu M Fadlul Wajdi, kapolsek Bukit Batu Kompol Sugeng, UPTD Kehutanan Ed Efendi, PJ Kades Buruk Bakul Rafendi, sumlah kades lainnya, BPD dan (Masyarakat Peduli Api) MPA.

Camat Bukit Batu M. Fadlul Wajdi dalam sambutan menyampaikan pihaknya sangat berterimakasih kepada perusahaan Sekato Pratama Makmur yang selalu peduli terhadap lingkungan apa lagi tentang karlahut (kebakaran lahan dan hutan).

“Mohon agar bantuan untuk dana CD dari perusahaan setiap Tahun nya agar di anggarkan ke MPA karna kita tahu bersama bahwa MPA adalah gardu terdepan dalam Penanganan Kebakaran Lahan dan Hutan,” ujar Fadlul.

Fadlul juga menerangkan tentang peraturan Gubenur Riau nomor 27 tahun 2014 tentang prosedur tetap pengendalian  kebakaran hutan dan lahan di Propinsi Riau. “hal ini sangat penting, karena ini tidak hanya berdampak pada daerah, bahkan dampaknya secara Nasional maupun Internasional” terang Fadlul

Sementara itu Pimpinan Perusahan melalui Humas PT. SPM Syafruddin menyampaikan kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk kepedulian dan peran serta perusahaan dibawah manajemen PT.SPM terhadap masyarakat sekitar konsesi Perusahaan.

"Dahulu nya setiap tahun kita ada kan sosialisasi hanya memangil perwakilan setiap desa berkumpul di kantor tahun ini sedikit berbeda pihak Perusahan lansung datang ke Desa salah satu nya di Desa Buruk Bakul," ujar Syafruddin.

Dikatakan Syafruddin dalam penanganan karlahut tidak terlepas dari tiga komponen penting yang satu dengan lainnya harus saling sinergi, tiga komponen yang tidak bisa lepas dari penanganan karlahut yaitu Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yaitu Perusahaan.

“Tiga komponen itu harus bersinergi untuk mengantisipasi, mencegah terjadinya karlahut demi menjaga kelestarian lingkungan, dan mudah-mudahan melalui sosialisasi ini masyarakat bisa mengerti terkhususnya tentang kebakaran lahan dan hutan” tutup Syafruddin yang lebih akrab disapa Udin.**(put)