• Jalan Lintas Kecamatan Sontang Kabupaten Rohul menuju Duri Kabupaten Bengkalis rusak parah.

BONAI DARUSSALAM -- Akibat tak kunjung direalisasikan perbaikan oleh pemerintah, Jalan Lintas Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu menuju Duri Kabupaten Bengkalis rusak parah bagaikan bubur.

Ironisnya, Jalan lintas yang berstatus provinsi yang panjangnya belasan kilo meter, sudah bertahun-tahun tidak tersentuh pembangunan. Kondisinya yang berlubang dan berlumpur bila musim penghujan ini sangat menyulitkan masyarakat yang melalui jalan tersebut. 

Kerusakan jalan yang sudah lama terjadi diakui sejumlah masyarakat, kerap terjadi akibat selalu tergenang saat banjir datang. Bahkan, saat banjir akses jalan tersebut terputus dan tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat maupun sepeda motor.

“Kita juga heran, akses jalan hanya satu-satunya menghubungkan Sontang-Duri, namun jalan tidak juga pernah bagus. Saat hujan deras atau air sungai Rokan meluap, maka alamat akses jalan tertutup banjir yang dalamnya bisa 50 cm hingga 1,5 meter. Jalan yang ada sekitaran belasan kilo meter, kini sudah rusak parah tidak banjirpun kini jalan sulit dilalui,” jelas Yadi salah seorang warga Sontang, Senin 1 Februari 2016.

Bukan hanya berlubang, kondisi jalan yang berlumpur membuat akses jalan sulit dilalui apalagi bagi pengendara sepeda motor. Seperti mobil, kerap terjebak di jalan rusak dan berlubang, sehingga terkadang harus di tarik kendaraan agar bisa keluar dari jalan rusak.

Ditambah dengan belum selesainya Proyek Rigit Beton atau jalan semenisasi yang dibangun Provinsi Riau, juga mengakibatkan akses jalan sulit dilalui. Bukan hanya itu saja, juga dengan adanya sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang melakukan pembuatan benteng di sekeliling perusahaan, juga menyebabkan luapan air sungai Rokan tidak lagi menyebar namun menumpuk ke aeral pemukiman, perkebunan dan pertanian masyarakat juga ikut genangi badan jalan.

“Kita kerap keluhkan permasalahan jalan dan benteng yang dibangn perusahaan, namun tidak satupun yang digubris. Dampaknya kini, dirasakan banyak masyarakat. Padahal akses jalan Sontang-Duri setiap harinya selalu ramai dilintasi. Apalagi warga Sontang yang buka usaha kedai kerap belanja ke Duri, karena jaraknya lebih dekat ketimbang harus ke Pasir Pangarian. Namun dengan kondisi jalan yang sudah bertahun-tahun rusak parah, menyebabkan kegiatan masyarakat sulit sekali. Apalagi saat banjir, kerap jalan tersebut akan terputus dan tidak bisa dilalui hingga berbulan-bulan,” sebut Putras, warga Sontang lainnya.

Pihak Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Rohul sendiri beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi terkait kerusakan jalan Sontang-Duri menyatakan, bahwa kewenangan itu bukan dipihaknya namun pada provinsi Riau. Karena status jalan tersebut milik provinsi Riau.

“Mau bagaimana lagi, jalan jelas rusak parah dan sudah terjadi bertahun tahun, namun belum ada perbaikan. Kita masyarakat hanya berharap, dan tidak bisa berbuat banyak. Provinsi Riau atau kabupaten yang berwenang memperbaikinya, kita tidak mengetahuinya namun jelasnya masyarakat menginginkan dan berharap jalan bisa diperbaiki,” ucapnya.

“Apalagi jalan tersebut setiap harinya kerap dilintasi kendaraan CPO, pengakut kayu akasia, truk inti perusahaan menuju ke pelabuhan Dumai. Masyarajat kecil  jadi sengsara, mau meminta bantuan juga tidak mengetahuinya kemana lagi,” harap Putra.**(lim)