BENGKALIS -- Akibat kian parahnya abrasi di setiap sudut pantai Pulang Bengkalis menjadi keprihatinan warga Desa Jangkang Kecamatan Bengkalis, mereka meminta Pemerintah bisa membangun turap dan Pemecah gelombang.

Seperti disampaikan mantan Ketua RT/RW dan Kepala Dusun Desa Jangkang yang sekarang Desa Deluk Kecamatan Bantan Subari. Dia menyebut, abrasi dipantai pulau Bengkalis dari hari kehari kian parah.

"Abrasi pantai yang terjadi di Desa Deluk Kecamatan Bantan saat ini, mencapai 30 meter dalam setahun, bahkan hingga saat ini, abrasi telah memakan jalan sepanjang sedikitnya 500 meter, "terangnya kepada wartawan, rabu 23 Desember 2015.

Terkait hal ini, Ia berharap pada Pemda Bengkalis ‎dapat memmbangun urap yang ada di desa tersebut, agar ganasnya abrasi diperairan selat Malaka tersebut tidak tterus-terusan menggerus daratan.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Bengkalis Syahrial ST menyampaikan, bahwa pihaknya telah berulang kali melakukan Rapat bersama Dinas PU Bengkalis dalam menangani abrasi yang bukan hanya di pulau Bengkalis, namun juga telah mengancam ‎Pulau Rupat.

"Jadi setelah pertemuan tersebut dapat disimpulkan, karena anggaran yang cukup besar, maka proyak untuk pemecah gelombang itu, harus melalui APBN, dengan Proyek Multiyars.

"Kita sudah beberapa kali membahas tentang abrasi ini, dan untuk pembangunan proyek tersebut harus di multiyarskan, pasalnya jika hanya dianggarkan dari dana APBD Bengkalis tidak akan cukup, "ungkap Syahrial.**(put)