• Noviwaldy Jusman

PEKANBARU -- DPRD Provinsi Riau berkomitmen tidak akan menandatangani draft pengesahan APBD Riau 2016 jika pemerintah tidak memasukkan anggaran untuk pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Komitmen ini diketahui setelah melihat tidak adanya porsi untuk mata anggaran pencegahan Karhutla pada APBD Riau 2016.

"Saya tak akan tanda tangan dan mengesahkan APBD Riau 2016 jika pemprov tak memberi porsi anggaran pencegahan Karhutla. Padahal sebelumnya saya sudah mendesak dan meminta pemerintah untuk memprioritaskannya," ujar Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldi Jusman kepada media ini, Rabu 25 Nopember 2015 di gedung DPRD.

Dijelaskannnya, adapun maksud dan tujuan pihaknya meminta pemerintah memprioritaskan mata anggaran ini tidak lain hanya untuk kebaikan masyarakat. Dengan kata lain jika anggaran ini dimasukkan, maka setidaknya dapat mencegah timbulnya sengsara masyarakat dari ancaman Karhutlah di tahun berikutnya.

Disinggung mengenai, jika penolakan ini berdampak terhadap sanksi yang diberikan Mendagri atas keterlambatan pengesahan APBD ini, pria yang akrab disapa Dedet ini mengatakan pemerintah pusat mungkin saja bisa maklum. Sebab, katanya jika APBD ini terkesan buru-buru untuk disahkan, maka dikhawatirkan akan berdampak terhadap kerugian masyarakat Riau juga. 

"Saya yakin presiden dan menteri akan maklum jika alasan keterlambatan adalah untuk kepentingan masyarakat," katanya.

Seperti diketahui bahwa ditahun 2015, Provinsi Riau diselimuti kabut asap selama tiga bulan. Bahkan bukan hanya melumpuhkan penerbangan dan ekonomi masyarakat saja, tapi juga diperparah dengan jatuhnya belasan korban jiwa.

Kondisi ini menurut Dedet harus jadi prioritas di tahun 2016 supaya tidak terulang kembali. Karena jika asap terus-terusan dihirup setiap tahun, maka akan menimbulkan efek yang berbahaya bagi kehidupan generasi yang akan datang.

"Itu saja yang saya minta. Tolong pemerintah Riau masukkan anggaran pencegahan Karhutla ini. saya tak akan teken jika anggaran tersebut tidak dimasukkan," tegasnya lagi.**(wan)