Dandim 0314 Inhil Ingatkan Bahaya Gerakan Radikal Keagamaan
Selasa, 17 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
TEMBILAHAN -- Masyarakat Kabupaten Inhil diharapkan untuk tidak terkecoh dengan persoalan kemunculan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan atribut berbau komunisme di tataran Nasional.
Hal itu disampaikan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0314 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Letkol Inf J Hadiyanto. Menurutnya gerakan ekstrem keagamaan tengah membangun kekuatan besar dibalik kontroversi anti-komunis tersebut.
"Jangan terkecoh dengan isu komunis ditataran nasional, seperti keberadaan PKI yang memang sudah blow-up, sudah terang-terangan. Di (Provinsi, red) Riau telah ada dibangun basis gerakan ekstrem keagamaan yang lebih patut untuk diwaspadai. Namun, bukan di Inhil," ujarnya, Senin 16 Mei 2016.
Hadiyanto mengatakan, tanpa disadari gerakan radikal keagamaan telah berkembang seiring munculnya isu anti-komunis yang menghebohkan nusantara.
"Secara diam-diam gerakan ekstrem keagamaan telah bergerak dari belakang. Saat ini, gerakan tersebut sudah masuk ke pesantren dan pemerintahan," bebernya.
Kendati tengah berfokus pada gerakan islam radikal, Hadiyanto mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap indikasi kemunculan komunisme di Inhil.
"Sampai saat ini, kami belum menemukan indikasi kehadiran komunis di Inhil, baik berupa perangkat atau atribut yang dikenakan maupun yang sifatnya gerak-gerik terstruktur," ungkapnya.
Lebih lanjut, Hadiyanto menegaskan, jika memang terdapat indikasi kemunculan komunisme, pihaknya akan langsung menindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Perlu diketahui, larangan terhadap hal-hal yang bernuansa komunis telah diatur dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (TAP MPRS) nomor 25 tahun 1966. Yang mana, dalam TAP MPRS mengatur kedudukan hukum pembubaran PKI dan ajaran-ajaran komunisme. Bahkan, TAP MPRS tersebut diperkuat dengan TAP MPR Nomor 1 tahun 2003.
Hingga kini, kedua TAP tersebut belum dicabut. Maka, keberadaan PKI dan ajaran komunis masih dilarang di Indonesia. Terbukti, dengan dilakukannya pemberangusan atribut, seperti buku-buku yang bernuansa komunis oleh aparat penegak hukum beberapa waktu lalu.**(suf)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Takut Melanggar Aturan
Tiang Besi Hasil Penertiban Belum Dilelang
Gaungriau.com -- Sudah satu tahun lebih lamanya tiang besi hasil penertiban Satpol PP Kota Pekanbaru belum juga dilakukan pelelangan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpol PP Kota pekanbaru, Zulfahmi Adrian mengatakan bahwa pihaknya belum melakukan pelelangan ini dikarena belum adanya titik terang.…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Akui Diperiksa Sebagai Saksi
AF Bantah Terlibat Dugaan Korupsi Bansos
Gaungriau.com -- Polikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Azmi Fatwa (AF) membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) sebesar Rp290 miliar pada anggaran tahun 2012 silam. Dia tak menampik kalau dirinya diperiksa oleh penyidik Polda Riau, namun hanya sebatas dimintai keterangan (saksi) atas tersangka…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penyalahgunaan Lem di Kalangan Anak
Pemkab dan Aparatur Inhil Diminta Serius Menyikapi
Gaungriau.com -- Maraknya fenomena 'ngelem' di kalangan anak-anak di Indragiri Hilir (Inhil), terutama di kota Tembilahan terkesan ada pembiaran oleh pemerintah Kabupaten Inhil. Sejauh ini belum ada langkah konkrit dari pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda Inhil ini. Menanggapi hal itu, ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia cabang Inhil,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker TNI Ditertibkan
Gaungriau.com -– Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker yang berlabel TNI di tertibkan Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/3-1 Kota Dumai dalam operasi Pekan Disiplin TNI yang digelar di dua lokasi berbeda yakni di Jalan Sudirman dan Jalan Lintas Bukit Timah Dumai, Selasa 15 September 2015. Celana…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Terkait Dugaan Korupsi Bansos
Jamal Abdillah Sebut Politikus PKS Ikut Terlibat
Gaungriau.com -- Mega korupsi dana hibah atau bantuan sosial (Bansos) tahun anggaran 2012 sebesar Rp 290 miliar yang melibatkan mantan Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Jamal Abdillah ternyata masih banyak yang keterlibatan sejumlah anggota dewan yang masih aktif. Selain Jamal Abdillah yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, juga…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
PKK Kampar dan Granat Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba
Gaungriau.com -- Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar bekerjasama dengan Granat (gerakan Nasional Anti Narkotika) Kabupaten Kampar mengadakan penyuluhan bahaya narkoba terhadap siswa dan siswi SLTA dari 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar yakni Bangkinang Kota, Bangkinang, Salo, XIII Koto Kampar, dan Koto Kampar Hulu, dilaksanakan di Aula Kantor Bupati…






