• Plt Gubri memukul gong saat menghadiri sekaligus membuka Rakornis Kebinamargaan. (Foto: Humasprov)

PEKANBARU -- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman meminta Dinas Bina Marga untuk tidak pelit untuk mengekpos berbagai data, hal itu dibutuhkan agar masyarakat bisa tahu dengan berbagai hal terkait pembangunan yang akan, telah dan sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Riau. 

Hal itu ditegaskan Plt Gubernur usai membuka Rakornis Kebinamargaan dengan tema Kita tingkatkan Pembangunan Infrastruktur jalan dan jembatan menuju sentra-sentra pengembangan ekonomi, Kamis 3 Maret 2016 di Pekanbaru. "Jangan takut untuk menginformasikan berbagai program kerja ke masyarakat, ini dapat dilakukan melalui pemberitaan di berbagai media," tegas Andi Rachman. 

Hal itu menurutnya perlu dilakukan, seperti jalan mana aja yang di alihkan dari kabupaten ke jalan Provinsi. Dan berbagai program pembangunan infrastruktur lainnya yang dilaksanakan pada satu tahun anggaran. 

"Jangan alergi untuk mengekpos, karena dengan kita mengekpos, maka masyarakat akan tahu, sehingga mereka tidak akan bertanya-tanya lagi, seperti jalan yang kita bangun tiap tahun itu berapa, jalan yang kita serahkan ke APBN itu berapa, dan jalan yang jita terima dari kanbupaten kota itu berapa," ujarnya.

Sambung Plt gubri, dan yang kedua maslah membangun jalan di Provinsi Riau ini harus sesuai dengan RPJMD, seperti jalan yang menuju ke pariwisata ini yang harus disinergikan, "Karena kita sudah mempunyai komitmen mendongkrak perekonomian Riau saat ini, dan kita perlu membangun pariwisata di Riau," tuturnya.

Dia kembali menagaskan, kalau Pemprov Riau komit untuk membangun berbagai infrastruktur yang ada di berbagai daerah, khususnya untuk pengembangan pariwisata, karena memang Provinsi Riau tengah menggiatkan Pariwisata ini sebagai sektor untuk meraup PAD. Hanya saja, pengajuannya harus benar-benar matang, atau benar-benar sangat dibutuhkan, itu yang harus diprioritaskan. 

Karena dari yang sudah dilaksanakan, tidak semua pembangunan infrastruktur jalan tersebut cepat memberi dampak kepada masyarakat. Salah satu contohnya, pembangunan jalan di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis yang dibangun sepanjang 55 KM, dengan menelan anggaran ratusan miliar rupiah, tapi efeknya belum begitu dirasakan oleh masyarakat.

"Lain halnya dengan pembangunan jalan dari Dumai ke Lubuk Gaung, yasng hanya 23 KM, multi player epeknya capat, petumbuhan ekonomonya cepat, jadi pembangunan ini harus di pikirkan berkali-kali betul," ujarnya mengingatkan.

Ikut hadir dalam Rakor ini, anggota DPRD Riau, P2JM, kepala Bapeda Provini Riau, SKPD pemrov Riau, dan seluruh dinas PU se Provinsi Riau.**(pu)