• Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riau Kaharuddin saat menyerahkan bantuan.

RENGAT -- Setelah beberapa waktu lalu meninjau dan memberikan bantuan kepada Sekolah yang terkena dampak banjir di Kabupaten Kampar, Selasa 16 Februari 2016, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau kembali melakukan peninjauan, kali ini dilaksanakan di Sekolah yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Sebanyak Tiga sekolah yang menjadi sasaran dalam kunjungan yang dipimpin oleh Sekretaris Disdikbud Riau Kaharuddin tersebut. Ikut serta juga bersama rombongan Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Hj Sri Petri Hariyati, dan sejumlah awak media. 

Tiga sekolah yang dikunjungi rombongan adalah SMPN 4 Kecamatan Pasir Penyu, SDN 007, Desa Pulau Sengkilo, dan SMPN 4 Kecamatan Kelayang. Di tiga sekolah ini aktifitas belajar mengajarnya pekan lalu sempat terhenti total karena sekolah mereka terendam banjir dari luapan Sungai Indragiri.

Sekretaris Disdikbud Riau, Kaharuddin, yang didampingi Kadisdik Kabupaten Indragiri Hulu, Ujang Sudrajat, kepada wartawan mengatakan kunjungan ini merupakan tahap awal dari proses bantuan yang akan diberikan Pemerintah Provinsi Riau dan juga nantinya akan menyusul bantuan dari pemerintah pusat.

"Kita tengah melakukan inventarisir dari kerusakan sekolah-sekolah yang terdampak banjir, nanti akan ada bantuan perbaikan kelas atau ruangan lainnya dari Provinsi dan juga pusat. Untuk kunjugan kali ini kita juga bawa buku-buku pelajaran, khusus tuk siswa yang akan UN," sebut Dia.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat, akan dikunjungi juga beberapa Kabupaten lain, seperti Kuantan Singingi dan Pelalawan untuk meninjau langsung keadaan sekolah disana. 

"Semua kabupaten kota kita minta laporkan keadaan sekolah di daerahnya, Pelalawan dan Kuansing sudah masuk datanya, dalam waktu dekat kami akan kesana," jelas Kaharuddin.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu, Ujang Sudrajat, mengakui sangat terbantu jika nanti benar-benar bantuan perbaikan sekolah yang rusak karena terdampak banjir terealisasi dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, sebab katanya kerusakan sekolah yang disebabkan banjir tahun ini membutuhkan biaya yang cukup besar.

"Berat rasanya kalau biaya perbaikan sekolah yang rusak karena banjir ini hanya mengandalkan anggaran APBD Kabupaten. Kami sangat terbantu jika kita sama-sama anggarkan perbaikannya," ungkapnya.**(mad)