PEKANBARU -- Harga daging sapi di sejumlah pasar di Indonesia mengalami kenaikan, tidak terkecuali di Pekanbaru. kenaikan ini terjadi
pasca ditetapkan PPn 10 persen oleh Pemerintah terhadap sapi impor.
 
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman mengakui jika harga daging sapi di pasar tradisional yang di Kota Pekanbaru mengalami kenaikan.

"Dari pemantauan kita dibeberapa pasar, memang harga daging sapi mengalami kenaikan yang signifikan dari sebelumnya,"ujarnya, Ahad 24 Januari 2016, ketika dihubungi melalui telpon selulernya.

Menurut Irba, meroketnya harga daging sapi ini disebabkan kelatahan pedagang. Bahkan dirinya sangat menyangkan jika penerapan PPn 10 persen ini dijadikan patokan bagi mereka untuk menikkan harga daging. Pasalnya penerapan ini hanya berlaku khusus sapi impor bukan sapi lokal.

"Yang membuat saya heran itu, hitung-hitungannya dari mana kok bisa harga daging sapi naik.  Seperti sekarang BBM turun, harga pajak spare part 0 persen. Sedangkan sapi yang dipotong itu berasal dari Lampung atau Sumbar (Sumatera Barat). Intinya masih sapi lokal juga. Sehingga apa yang membuat harga daging itu mahal. Saya minta pedagang jangan latah untuk menaikkan harga," ungkap Irba sedikit jengkel.

Irba menambahkan, jika harga daging dipasar tradisional Pekanbaru mengalami kenaikan yang bervariasi.  Seperti Pasar Cik Puan harga daging Rp 120 ribu per kg, bahkan di Pasar Dupa mencapai Rp 140 ribu per kg.

"Memang tidak semua pasar harga daging melejit semua. Seperti di Pasar Sail harga daging sapi masih normal Rp 110 per kg. Jadi, kenaikan harga ini hanya sepihak dan permainan pedagang untuk mencari untung," kata Irba.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Disperindag Pekanbaru saat ini sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, dengan cara melayangkan surat untuk  meminta arahan intervensi harga dilapangan.

"Kita menilai, kenaikan harga sudah 20 persen dan ini tidak normal lagi. Maka sesuai aturan yang berlaku, pemerintah dibolehkan untuk intervensi. Jadi jangan salahkan kami, jika hasil dari intervensi tersebut maka harga daging bisa mencapi Rp 80 ribu per kg," tegasnya.**(saf)