PEKANBARU -- Ribuan massa yang terdiri dari Dosen, Alumni dan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultahn Syarifa Kasim (UIN Suska) Riau, Rabu 28 Oktober 2015 menggelar aksi sumpah lawan asap di halaman kantor Gubernur Riau.

Awalnya massa menggelar aksi dijalan Jendral Sudirman persisnya didepan tugu titik nol, yang membuat petugas kepolisian mengalihkan arus lalu lintas pengendara yang hendak menuju arah pasar pusat, melalui Jalan Cut Nyak Dien.

Setelah menggelar orasi sekitar Dua jam, sekitar pukul 12.30 WIB, massa berusaha masuk ke halaman kantor Gubernur Riau, sempat mendapat hadangan dari pegutas Sauan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat kepolisian yang mengawal aksi mereka, seluruh massa yang jumlahnya mencapai ribun tersebut akhirnya diperbolehkan masuk kehalaman kantor Gubernur dan menggelar orasi.

"Aksi kita hari ini hanya berkaitan dengan permasalahan kabut asap yang tak jua kunjung terselesaikan oleh pemerintah hingga berpuluh tahun lamanya, jadi tidak ada keinginan kita untuk membuat kerusuahn, ataupun menuntut hal lainnya," kata Rinaldi dalam orasinya.

Setelah menggelar orasi beberapa saat, Asisten II Setdaprov Riau Masperi selaku perwakilan Pemerintah Provinsi Riau mendatangi massa, namun kedatangan Masperi tidak digubris massa, karena mereka ingin bertemu langsung dengan pimpinan tertinggi dinegri ini yaitu Plt Gubernur Riau.

Massa saat itu malah meminta Masperi dan pejabat Pemprov Riau lainnya yang datang untuk duduk, dan mendengarkan orasi yang disampaikan perwakilan dari Dosen, Alumni dan juga mahasiswa.

Diantara tuntutan yang disampaikan massa tersebut adalah agar pemilik perusahaan pembakar lahan untuk ditangkap, aset-aset perusahaannya disita dan diberikan kepada petani. Diasamping itu, masaa juga meminta pemerintah meninjau ulang izin replanting sawit dan ekspansi HTI. Serta meninjau ulang izin perusahaan dan potongan konsesi perusahaan 50 persen untuk penanggulangan dan pencegahan Karhutla.