PEKANBARU -- Dari 3.500 pokok pohon yang akan ditanam dilungkungan kampus Universitas Riau (UR), dalam kegiatan penanaman tumbuhan mendukung kearifan lokal budaya Melayu, Kamis 15 Oktober 2015, terdapat satu jenis pohon yang biasa digunakan masyarakat Kabupaten Kuantan Singgi (Kuansing) dalam membuat jalur, yakni kayu Kulim.

"Penanaman pohon kali ini terasa istimewa, karena dari sekian banyak jenis pohon yang akan kita tanam dikampus ini, ada satu jenis kayu yang biasa digunakan masyarakat Kabupaten Kuansing untuk membuat jalur, yang digunakan pada lomba pacu jalur, yakni kayu Kulim," jelas Rektor UR Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA, dalam sambutannya.

Aras menyebut, pohon tersebut merupakan bantuan dari pihak PT RAPP. Dan ini tentunya menjadi nilai lebih, karena ivent pacu jalur yang diadakan Kabupaten Kuansing merupakan ivent tahunan yang terus dijaga kemeriahannya oleh masyarakat setempat.

"Jika kayu sebagai bahan dasar mereka membuat jalur ini tidak ada lagi, atau terus berkurang, tentu bisa membuat ivent ini makin lama akan tidak bisa terlaksana, karena itu, mudah-mudahan kayu ini bisa terus kita lestarikan," ujarnya.

Rektor dalam kesempatan itu juga menyebut bahwa kegiatan penanaman pohon ini bagian dari upaya UR untuk terus menjaga lingkungan yang asri dan nyaman bagi sesiapa saja yang berkunjung ke kampus ini, karena adanya pohon-pohon yang alami.

"Ini upaya kita bersama masyarakat terhadap kelestarian lingkungan, khususnya terhadap pelestarian keanekaragaman hayati Riau dalam rangka mendukung kearifan lokal budaya melayu Riau," katanya.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 WIB, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Riau, Pimpinan Daerah, serta jajaran di lingkungan TNI, Polri, serta instansi swasta yang ada di Propinsi Riau.

“Selain melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon, UR juga mengadakan diskusi panel terkait pelestarian keanekaragaman hayati Riau, dalam mendukung kearifan lokal budaya melayu Riau, yang dilaksanakan di Gedung Grand Gasing Millenium (GGM) kawasan Kampus Bina Widya UR,” tambah Aras.**(mad)