Gaungriau.com (DUMAI) -- Adanya keinginan Presiden Indonesia Jokowi untuk mengoperasikan Roro Dumai -Melaka di plabuh Bandar Sri Junjungan , membuat pemerintah Propinsi Riau terutama Kota Dumai bekerja keras agar pengoperasian plabuhan domestik tersebut berjalan dengan lancar pada tahun 2020.

Agar hal itu tidak ada hambatan, Pemerintah Kota Dumai laksanakan rapat koordinasi dengan manajemen Pertamina Pusat guna membahas lahan aset Pertamina Patra di area Politeknik Perikanan dan kelautan serta pengembangan Plabuhan Roro Dumai-Melaka.

Rapat koordinasi Pemerintah Kota Dumai dan Dinas perikanan provinsi Riau beserta jajaran manajemen Pertamina Patra , acara yang berlangsung pada ruang meting SDU lantai 1 gedung utama kantor pusat Pertamina Pusat tersebut berjalan alot. Kamis 8 Agustus 2019.

Walikota Dumai H Zulkifli As MSi yang di damping Asisten II Sahrinaldi Sos dan Kepala Dinas Prikanan dan Kelautan Dumai Afifuddin tersebut, menekankan bahwa pengembangan pembangunan Politeknik Perikanan dan kelautan serta area plabuhan Bandar Sri Junjungan (BSJ ) Roro Dumai-Melaka yang sangat membutuhkan lokasi area parkir dan lokasi keluar masuk kendaraan domestik.

Dalam rapat tersebut , Walikota Dumai Zulkifli As memberi gambaran penekanan pada poin-poin yang selama ini menjadi kendala rehab plabuhan BSJ yang di rencanakan pada 2020 bakal di aktifkan Roro Dumai-Melaka.

Diantaranya yakni masalah masalah patal berupa lahan hak milik Pertamina Patra. Walikota juga memaparkan masalah terkait kebijakan pemanfaaatan lahan untuk pengembangan pembangunan plabuhan domestik yang dimiliki pemerintah Kota Dumai.

Rapat koordinasi telah berhasil mengidentifikasi masalah-masalah dan menyiapkan solusi kerjasama pemetaan dan pengawasan lahan, kerjasama lebih intensif dengan kajian kajian akademisi.

Walikota Dumai juga menyebut bahwa kebutuhan penyediaan lahan parkir tambahan ini agar arus lalu lintas kendaraan dan orang di areal pelabuhan jadi tertib dan tidak semrawut.

"Kendala lahan parkir ini membuat arus kendaraan dan orang menumpuk di satu titik, sehingga ruang gerak menjadi sempit dan tidak beraturan, apa lagi apa bila domestik Roro Dumai-Melaka di operasikan," katanya.

Menurutnya, agar akses masuk dan keluar pelabuhan tertib dan lancar, maka pemerintah kota Dumai telah melakukan berbagai upaya untuk bisa manfaatkan lahan Pertamina Patra untuk lahan parkir plabuhan.**(sar)