PEKANBARU -- Sebagai bagian bidang usaha yang bertugas menyampaikan informasi kepada khalayak luas, media merupakan mintra kerja pemerintah dalam mensukseskan berbagai program pembangunan.

Hal itu disampaikan Penjabat Walikota Pekanbaru H Edwar Sanger saat memberi sambuatn sekaligus membuka pelaksanaan Konferensi PWI Kota Pekanbaru ke I, Sabtu 22 April 2017, di aula PWI Riau, Jalan Arifin Achmad Pekanbaru.

Pelaksanaan konferensi PWI Pokja Pekanbaru ini menandakan roda organisasi PWI itu berjalan, dan ini harus terus dilaksanakan, agar organisasi ini tidak vakum.

Edwar dalam kesempatan itu juga menyampaikan terimaksihnya kepada media yang selama ini terus membantu pemerintah dalam menyebarkan berbagai informasi pembangunan di Kota Pekanbaru.

Dan juga Edwar menyebut saat ini Provinsi Riau yang kurun waktu 18 tahun dilanda kabut asap, sejak dua tahun terakhir sudah tidak terjadi lagi.

"Hal ini juga andil dari para wartawan yang selalu memberitakan terkait Karhutla ini, sehingga bisa menjadi referesi bagi BNPB Riau, hingga bisa melakukan upaya secepatnya dalam mencegah terjadinya Karlahut yang lebih luas lagi," ujar Edwar yang juga merupakan Kepala BNPB Provinsi Riau.

Terkait pelaksanaan konferensi PWI Pekanbaru ini, Edwar berharap mampu menghasilkan ketua dan pengurus berkualitas untuk bisa memajukan PWI Pekanbaru ini kedepannya.

Ketua PWI Riau H Dheni Kurnia, 1120 lebih wartawan yang berada di Provinsi Riau, 800 an diantaranya tercatat sebagai anggota PWI Riau dan khusus untuk Kota Pekanbaru berjumlah 200 an labih yang berhak menggunakan hak pilih, dan sekitar 200 nya lagi sebagai anggota muda yang belum bisa menggunakan hak pilih.

Konferensi PWI Pokja Pekanbaru kali ini merupakan yang pertama dilaksanakan. PWI Pekanbaru belum menjadi cabang, hal itu berdasarkan kongres PWI di Banjar Masin, dan diharapkan pada kongres 2018, PWI Pekanbaru ini bisa menjadi cabang.

Saat itu Dheni juga menjelaskan Provinsi Riau saat ini juga telah terbentuk Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang diharapkan dapat mengontrol dan menghilangkan media online yang menyebar berita hoax.

"Karena sejauh ini jumlah media online di Riau ini cukup banyak, yakni mencapai 315 lebih. Dengan keberadaan SMSI Riau, diharapkan mampu menseleksi media online yang benar-benar melaksanakan tugas jurnalistik, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku didalam UU Pers," tegasnya.

Sementara, Ketua Pokja PWI Kota Pekanbaru Hendri Agustira, selama ini PWI Pekanbaru belum mendapatkan bantuan brupa dana dari Pemerintah Kota Pekanbaru.

"Karena itu kedepannya kami berharap pengurua yang baru, untuk bisa lebih giat lagi dalam melakukan upaya untuk mendapatkan bantuan dari Pemko Pekanbaru," ujarnya. **(mad)