TEMBILAHAN -- Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar acara pengukuhan Dewan Pengurus Cabang (DPC) periode 2017-2022 di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan, Senin 17 April 2017 malam.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) yang diwakili oleh Sekretaris DPD HKTI Provinsi Riau, Ketua DPC HKTI Inhil, dewan pengurus HKTI Inhil, dan para undangan. 

Sekda Inhil, H. Said Syarifuddin dalam sambutannya mengatakan bahwa dahulu Inhil dikenal dengan lumbung beras provinsi Riau. HKTI diharapkan memiliki peranan yang besar bagi masyarakat Inhil. Petani, dikatakan Said tidak hanya tentang padi saja. Tetapi juga bisa dengan tanaman pangan lainnya, seperti kelapa.

Untuk diketahui harga kelapa akhir-akhir ini terus meningkat. Hal ini dikarenakan adanya kebebasan ekspor kelapa, dan upaya ini sangat menunjang perekonomian masyarakat. "Dengan adanya kebebasan ini harga kelapa jadi stabil dan pembayaran tidak lama, ini menjadi hal yang baik untuk petani", kata Said. 

Namun sayangnya, dikabarkan beberapa waktu lalu banyak terjadi kerusakan kebun kelapa rakyat yang disebabkan oleh erupsi air laut. Kemudian pada tahun 2016 datang bantuan dari pemprov untuk perbaikan kebun kelapa rakyat yang rusak dengan memberikan sejumlah eksavator. Hal ini sejalan dengan program Bupati Inhil yaitu satu kecamatan satu eksavator.

Di Inhil ini hampir 80% kebun kelapa adalah milik rakyat. Said menuturkan bahwa ini adalah kesempatan bagus bagi pengurus HKTI untuk bekerjasama dengan pihak manapun.

Selain itu, di bulan september mendatang Inhil dipercayakan untuk menjadi tuan rumah pada peringatan Hari Kelapa Dunia. Acara tersebut akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti seminar, temu bisnis, dan pameran. "Dicanangkan kita akan memecahkan rekor dengan meminum 1000 butir air kelapa segar", terang Said.