• ilustrasi

PEKANBARU -- Salah seorang warga Kota Pekanbaru berinisial LS mengaku ditipu oleh PT Rifan Financindo Berjangka. Dia mengatakan ditipu sebesar Rp600 juta dari perusahaan berkedok investasi emas tersebut.

Dalam pengakuannya kepada wartawan, LS menyebut bahwa PT Rifan Financindo Berjangka yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru tersebut, merupakan tempat berkumpulnya sarang sindikat yang menipu masyarakat dengan iming-iming mendapat keuntungan per harinya sebesar Rp 2 hingga 3 juta.

"Saya sudah dibodohi. Uang saya hilang Rp600 juta. Saat saya ingin mengambil Rp200 juta, marketingnya membujuk-bujuk saya dengan mengatakan bahwa emas saat ini sedang turun. Ini bisnis sudah tidak benar," kata LS, kepada wartawan, Kamis 24 Nopember 2016.

LS dari awal sudah mencurigai bisnis investasi berkedok emas tidak berwujud tersebut merupakan bisnis yang menipu masyarakat. Modus yang dilakukan perusahaan itu cukup rapi. Mereka melakukan rekrutmen pegawai dengan merekrut jenjang pendidikan yang lulus SMP dan SMA.

Dari rekrutmen besar-besaran itu, mereka menawarkan kualifikasi posisi yang menjanjikan bekerja di dalam kantor. Namun, ujung-ujungnya perusahaan ini menerjunkan karyawannya sebagai marketing untuk mencari mangsa yang bisa ditipu. Semakin banyak yang melamar, maka semakin banyak pula relasi pekerja sales yang bisa diajak bergabung.

"Teman saya juga sudah mengalami kerugian Rp800 juta. Saya baru tahu teman saya ditipu saat bertemu secara tidak sengaja, disitu dia menceritakan hal yang sama persis seperti kejadian yang saya alami," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri SE, saat ditemui di DPRD Kota Pekanbaru, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat berinisial LS yang mengaku ditipu dengan perusahaan berjangka berkedok investasi emas tersebut.