PEKANBARU -- Peningkatan atmosfir akademik melalui peningkatan kualitas penelitian dosen untuk publikasi International sangat diperlukan Perguruan Tinggi. Ini bagian dari kreativitas dosen untuk meningkatkan wawasan keilmuaan serta memupuk bakat meneliti dan membuka wawasan global.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) diwakili oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMRI, M Ridha Fauzi, saat membuka Workshop on publish papers in reputable international journals, Jum'at 29 Juli 2016 sore di aula kampus I UMRI Jalan KH Ahmad Dahlan Pekanbaru.

Ridha Fauzi menjelaskan, peningkatan penjaminan mutu akademik dan kulaitas pembelajaran di Perguruan Tinggi sangat diperlukan. Selain itu juga diperlukan  Disamping itu selain kreativitas, gagasan, kemampuan akademik dosen serta membangun atmosfir penelitian di lingkungan institusi sehingga pada akhirnya dapat memacu dosen untuk meneliti, menulis dan mempublikasikan hasil penelitiannya di forum ilmiah international (baik jurnal maupun presentasi pada pertemuan ilmiah bertaraf internasional).

"Tidak mudah membuat sebuah jurnal menjadi jurnal internasional. Umumnya, adalah dengan memasukkan jurnal ke dalam situs Scopus, yang merupakan situs web database abstrak dan citation terbesar dengan data bersumber dari literatur-literatur yang dievaluasi oleh peer. Agar bisa ditingkatkan menjadi jurnal internasional, Editor harus betul-betul pilihan," jelas Ridha Fauzi.

Karena itulah melalui kegiatan yang menghadirkan Reviewer Jurnal Eksevier Dr Hendra Hermawan C.Eng P.Eng, sebagai narasumber dalam kegiatan itu, Ridha fauzi berharap para Dosen bisa memahami lebih mendalam lagi bagaimana agar karya ilmiah atau hasil penelitian yang dibuat bisa dipuklikasikan di jurnal internasional.

"Kegiatan ini tidak hanya dikikuti oleh Dosen UMRI, tapi juga dari Dosen kampus lainnya seperti Universitas Riau, UIR, Unilak, dan UIN Suska Riau. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini akan semakin banyak dosen-dosen yang mampu menerbitkan karyanya din jurnal internasional," pungkasnya.**(mad)