BENGKALIS -- Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis yang tergabung dalam Prodi Menegemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI)  telah menerbitkan dua buah buku bertemakan budaya Melayu.

Buku pertama bertajuk  “Buku Saku Pantun Pernikahan Melayu Bengkalis” mengupas persoalan pantun dalam kaitannya dengan pernikahan. Satu buku lagi mengambil sisi lain dari budaya Melayu itu sendiri yaitu “Kuliner Khas Melayu Bengkalis”.

Para mahasiswa ini   memberikan pemahaman dan pandangannya terhadap fenomena kebudayaan Melayu.  Semuanya dikemas dengan data dan analisa yang lugas dan luwes.

“Ada 6 Jenis Pantun  yang ditulis dalam buku tersebut, Pantun Adat Merisik, Pantun Adat Meminang, Pantun Adat Hantaran Belanja, Pantun Tepuk Tepung Tawar, Pantun Membuka Pintu, Pantun Untuk Pembawa Acara. Ujar Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Dra. Hj. Robiah, M.Pd.I.

Sambungnya, buku ini buah karya mahasiswa STAIN prodi PAI, kita sangat apreasi dan bangga melihat karya nyata dari mereka.

Selain itu, di tempat terpisah, Ketua Menegemen Pendidikan Islam (MPI) H. Ali Ambar, Lc, M.Pd.I. menyebutkan Buku lain dari karya mahasiswanya adalah buku  Melayu bertemakan kuliner khas Melayu Bengkalis, buku ini merupakan karya perpaduan dosen dan mahasiswa.

Suci Lestari, Mella adalah mahasiswa semester dua prodi MPI STAIN Bengkalis, meskipun terbilang baru di kampus, tapi berkat dosen pembimbing H. Amrizal, M.Ag mereka mampu menerbitkan karya yang patut kita dukung ini.
           
''Kami memandang buku ini sangat menarik. Ini merupakan karya perpaduan mahasiswa dan  dosen. Tema yang diangkat juga menarik. Ini adalah terobosan kreatif dan patut ditiru.

Makanya, kami ingin memanfaatkan Visi dan Misi STAIN Bengkalis sebagai kampus Islam bernuansa Budaya Melayu ini dengan melahirkan mahasiwa yang berpikir kreatif. kata  ustdaz alumni Mesir ini. Jumat 3 Juni 2016, di kampus STAIN Bengkalis.

Tambahnya, Rencananya, dua buku Melayu ini akan segera di Launching dalam waktu dekat. Saat diluncurkan, maka akan diseminarkan dan mahasiswa tersebut yang akan menjadi nara sumber selayaknya acara seminar berskala nasional.

Buku Melayu ini kelak dapat dijadikan panduan dalam muatan lokal melayu. Terkhusus di kalangan kampus yang semakin haus dengan nilai-nilai pendidikan budaya Melayu," tutupnya.**(fer)