• Direktur PPs UIN SUSKA Riau menyarahkan cendramata Dan Seritifikat Seminar Nasional Integrasi Ilmu, Agama Dan Teknologi didampingi oleh Sekretaris PPs UIN Riau, Dan Keynotes Speaker Prof. kiyomi Yamashita, Dr. Ismail Wekke, Dan Dr.HM Halkis di Gedung Islamic Centre UIN Suska Riau.

PEKANBARU -- Sempena Milad ke 19, Program Pasca Sarjana (PPS) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, gelar seminar Nasional, bertajuk "integrasi ilmu, agama dan teknologi".

Dalam seminar yang berlansgung di aula Islamic Center kampus UIN Suska Panam Sabtu 21 Mei 2016 tersebut, PPS menghadirkan Prof Kiyomi Yamashita PhD sebagi keynote Speaker. Dan menghadirkan beberapa narasumber terbaik dibidangnya.

Rektor UIN Suska Prof Dr Munzir Hitami MA, secara resmi membuka seminar tersebut mengatakan, dengan diselengarakannya  semiar nasional integrasi ilmu, agama dan teknologi, diharapka dapat melahirkan butir bitir yang bisa direkom untuk di pegang nantinya.

"Seminar ini merupakan sesuatu yang sangat penting, dan kita harapkan akan mampu merangkum sebuah rumuasn yang nantinya bisa dijadikan rekomendasi untuk dibawa ketingkat pusat," katanya.

Direktur PPS UIN Suska Riau, Prof Dr Ilyas Husti MA, menambahkan, diselengarakan seminar nasional Integrasi ilmu, agama dan teknologi  karena, pada bulan depan akan dilakukan review kurikulum. Harus ada lagi kurikulum nasional di setiap matakukiah pasca sarjana, sebelumnya sudah ada namun berangsur angsur hilang.

Kemudian berkaitan dengan kebijakan pemerintah tentang integrasi yang harus diiplementasikan dalam bentuk kurikulum. Dari itu perlu di minta pemikiran tajam dalam pelaksanaan seminar ini.

Menurut Prof Ilyas, Integrasi keilmuan ada tiga mazhab, yaitu, mazhab dengan konsep jaring laba-laba dari Jogja yang di pelopori Prof Amin. Kemudian Konsep Pohon dari semarang di pelopori Imam Pryayogo dan Konsep Spiral Andromedal dari Riau yang di kembangkan Prof Munzir.

"Dengan adanya konsep-konsep tersebut maka penyusunan kurikulum nanti  ada penyatuan konsep intregrasi dapat di camtumkan dalam pengembangan keilmuan," ungkapnya. 

Sementara Ketua Panitia pelaksana, Dr Husni Thamrin MSi, mengatakan, perlunya diselenggarakan seminar nasional Integrasi ilmu, agama dan teknologi ini mengingat, diantara visi UIN Suska ingin menjadi Word Class University dalam integrasi ilmu, agama dan teknologi.

Kemudian karena adanya perubaha status IAIN da STAIN menjadi UIN menimbulkan kesan pada sebagian orang terhadap kecilnya peran islam itu sendiri. Itu di karenakan, jika sidah menjadi universitas maka, fakultas agama Islam akan didominasi oleh fakultas umum seperti yang tejadi selama ini di tanah air. 

"Bahkan kesan ini juga telah lama menjadi kekuatiran berbagai kalangan terhadap marjinalnya dan tersubordinatnya ilmu ilmu agama di era globalisasi," kata Husni.

Menurut Husni, Pendidikan tinggi islam saat ini, sebagaimana Pendidikan tinggi lainya, secara empirik belum mempunyai kekuata yang berarti karena pengaruhnya masih kalah oleh kekuatan politik dan bisnis.

Dijelaskan Husni, seminar nasional yang diselengarakan di bagi ke dalam tiga kelompok rumpun ilmu, yaitu, Humaniora Scense, Sosial Science, dan Natural Sciense. Dengan menghadirkan pakarnya agar terciptanya integrasi Ilmu, agama dan Teknologi.

Narasumber yang berkompeten untukmembahas pokok permaslahan dalam seminar yaitu, Prof Dr Amin Abdullah, Prof. Kiyomi Yamashita PhD dari Jepang, Letkol Dr H Muhd Halkis SH, dan Dr Ismail Wekke dari STAIN Papua.**(mad)