• Al Gafar

PEKANBARU --  Jika sekolah Negeri mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komuputer (UNBK), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhamadiyah 1 Pekanbaru melaksanakannya secara mandiri. 

"Kita tahun ini tidak ada menerima bantuan dalam pelaksanaan UNBK, baik itu dari pemerintah pusat, Provinsi maupun dari Pemko Pekanbaru," kata Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Al Gafar, Rabu 6 April 2016 di Pekanbaru.

Gafar menjelaskan, semua komputer dan server yang digunakan untuk UNBK tahun ini adalah milik sekolah. Jumlah kompter yang digunakan 100 unit lebih dengan 7 ruangan ujian. 

"Jumlah siswa kita yang mengikuti UN tahun ini sebanyak 301 orang, mereka dibagi dalam tiga sesi ujian, dari pagi hingga sore," jelasnya.

Untuk menghindari pemadaman listrik saat ujian, pihaknya sudah melayangkan surat ke PLN. Meski demikian, pihak sekolah juga telah menyaipkan genset. "Alhamdulillah hingga hari ketiga ini tidak ada pemadaman listrik. Dan kita berharap hingga hari terakhir besok, juga tidak ada pemadaman listrik," harapnya. 

Gafar juga menambahkan kalau pelaksanaan UNBK lebih disenangi siswa, ketimbang Paper Based Test (PBT). Dengan sistem komputer ini cukup memudahkan bagi siswa dalam menjawab soal.

"Jika menggunakan lembar jawaban, siswa harus melingkari dengan menggunakan pensil. Siswa juga tenang dalam menjawab soal, karena soal di setiap komputer tidak ada yang sama,” ungkapnya mengakhiri.**(mad)