SIAK -- Bertempat di gedung mes pemda pemerintah daerah PT Persi gelar sosialiasasi babat api sebagai upaya melajukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan (Karlahut).

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kapolsek Siak Kompol A Rozali, Camat Siak dan Kabid damkar Siak, serta pihak PT Ara Abadi.

Menurut Direktur PT Persi Husni Mirza BBA dari audien yang ditaja oleh pihaknya, dia berharap ada pemahaman yang mendalam bagaiamana menghindari terjadinya Karlahut terutama terhadap wilayah yang bergambut, yang cukup gampang terbakar.

"Sehingga Pemerintah melalui PT Persi berharap dengan gencarnya sosialisasi yang kita lakukan bersinergi dengan sejumlah pihak termasuk bahaya hukum, semoga dampak dari bahaya api bisa kita cegah secara bersama sejak dini," kata Dia.

Dia menambahkan, sosialisasi yang dilaksanakan ini melibatkan pihak damkar dan juga PT Ara Abadi, mengingat kedua unsur ini telah berhasil melakukan pemadaman Karlahut yang cukup baik, "maknya mereka dilibatkan sebagai nara sumber pada sosialisasi ini,'Sebut Husni.

Kapolres Siak AKBP Ino Harianto SIK melalui Kapolsek nya Kompol A Rozali sebagai pembicara memaparkan agar terhindari dari terpaan asap dia mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk menoleh kebelakang.

"Pada Tahun 2015 lalu kita semua cukup menderita akibat dampak dari kabut asap yang mengakibat banyak masyarakat yang terserang penyakit ispa dan proses belajar mengajar pun terganggu, serta ada pelaku kebakaran masuk bui," ujarnya mengingatkan.

Maka dari itu, untuk menghindari efek yang terjadi dari pada asap tersebut jangan hanya sebatas teori semata, "tapi mari kita saling begandeng tangan dengan nawaitu sebab langkah ini adakah bagian dari ibadah,"ajaknya.

Sementara, Kepala BPBD Siak melalui Kabid damkar nya Irwan Prytna SSI menyampaikan kepada peserta sosialisasi bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya Kalahut didaerah ini.

Untuk itulah penguatan kapasitas daerah dari semua lini harus terlaksana dalam mencegah kebakaran sejak dini harus terlaksanakan, kalau dalam penanganan kru damkar yang dia pimpin tidak pernah merasa lelah ketika berjibaku dengan api tetap dipadamkan, sesuai dengan moto pantang pulang sebelum padam.           

"Kalimat ini lah yang menjadi penyemangat kami dari kru damkar ketika  bertugas dilapangan, melalui sosialisasi ini semoga memberi dampak yang positif dalam mengamankan daerah ini bebas dari Karlahut," harapnya.**(jas)