Takut Disuruh Keluar Paksa
Pemilik Lahan Tinggalkan Cagar Biosfer
Jumat, 11 Maret 2016 - 00:00:00 WIB
SIAK -- Salah seorang pemilik lahan di lokasi cagar Buosfer, Harianto cuma bisa pasrah saat bulan lalu dia mendapat kabar dari Penghulu Jati Baru Kecamatan Bunga Raya, Rokip, bahwa lahan satu hektar di kampung Tapsel yang sudah dia tanami pohon kelapa sawit adalah kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil.
“Saya kaget waktu itu. Sebab saya tidak tau sama sekali kalau lahan yang saya garap itu merupakan hutan lindung yang dilarang ,” kata lelaki 38 tahun ini di ujung telepon Kamis malam 10 Maret 2016.
Dua tahun lalu kata ayah tiga anak ini, dia dapat kabar dari temannya sesama orang Kampung Sri Mersing bahwa ada lahan garapan di kawasan Jati Baru. Tak pikir panjang, dia langsung memutuskan ikut menggarap. Mumpung gratis. Hitung-hitung di situlah kelak nasib Harianto bisa berubah. Tak lagi jadi buruh serabutan.
Setelah lahan bersih, dia bikin pula pondok di sana. “Saya bawa anak istri saya tinggal di situ. Saya beli bibit dan pupuk. Sekitar Rp10 juta yang habis. Termasuk untuk membikin rumah. Duitnya dari tabungan saya yang selama ini kerja serabutan. Tapi setelah sawit saya tanam, banyak yang mati,” katanya.
Meski sudah mengeluarkan banyak duit, bulan lalu, semua harapan Harianto di lahan sawit yang baru dia bikin itu, dia kubur dalam-dalam. Dia memutuskan untuk kembali ke Sri Mersing. Pondok yang sempat dia bangun pun, dia bongkar lagi.
“Saya ndak mau bermasalah. Bagi saya menggarap hutan lindung itu sudah salah. Itu milik negara jadi harus kembali ke negara. Lebih baiklah saya kembali ke kampung dari pada kelak bermasalah. Soal duit yang sudah habis, ya habislah. Itu sudah resiko,” ujarnya. Dia mengaku sudah sejak 10 hari lalu berada di Sri Mersing.
Tak hanya Harianto yang berpikiran seperti itu. Masih ada enam kepala keluarga lagi. Empat diantaranya sekampung dengan Harianto. Mereka antara lain Bambang Hermanto, Kaya Pohan, Dirman Rambe dan Zainal Nasution. Dua lagi, Bayanuddin Siregar pindah ke Tuah Indrapura dan Cici Rianto pindah ke Buantan Lestari.
Harianto mengaku senang sejumlah masyarakat mengikuti jejaknya. “Harapan saya, lebih baik lahan itu ditinggalkan saja. Sebab itu tadi, lahan itu hutan lindung. Tapi terserah saja. Masing-masing kan punya jalan pikiran beda. Kalau saya lebih baik mocok-mocok (kerja serabutan) dari pada bermasalah. Insya allah merubah hidup bukan harus di lahan itu,” katanya.
Atas nama pemerintah Kabupaten Siak, Asisten I Setda Siak, Fauzi Azmi, sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Harianto dan kawan-kawan. “Alhamdulillah, kami sangat berterimakasih kepada mereka yang sudah dengan sukarela keluar dari cagar biosfer itu. Mudah-mudahan yang lain mengikuti jejak mereka,” kata Fauzi.
Fauzi kemudian cerita bahwa pemerintah pusat sudah membikin target untuk mengosongkan kawasan cagar biosfer itu dari para penggarap. Dan bakal ada operasi pengosongan. Sebelum waktu operasi dilakukan, sudah dua kali sosialisasi dan peringatan dibikin.
“Dalam waktu dekat akan dibikin lagi peringatan ketiga. Jika waktu operasi tiba, kami sangat berharap suasana kondusif. Sebab operasi ini bukan untuk menyusahkan rakyat. Tapi ini semata-mata demi penyelamatan cagar biosfer tadi. Imbasnya juga buat generasi kita ke depan. Sebab jika hutan terjaga, kelangsungan hidup juga akan seimbang,” ujarnya.**(Jas)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Selasa, 23 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Dewan Minta Pengerjaan Jalur Lambat Dilanjutkan
PEKANBARU -- Pengerjaan jalur lambat di Jalan HR Soebrantas hingga kini masih terhenti. Sejak awal pembangunan, jalur lambat ini diperuntukkan untuk mengurai kemacetan di kawasan Panam. Keberadaan jalur ini tentu sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat yang selama ini kerap terjebak macet disana. …
-
Selasa, 23 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Brantas Gepeng, Kastapol PP Berharap Koordinasi Semua Pihak
PEKANBARU -- Permasalahan Gelandangan dan pengemis (Gepeng) masih menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Kepala Badan Satpol PP kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian mengatakan bahwa penanganan gepeng di Pekanbaru ?membutuhkan koordinasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga seluruh lapisan masyarakat.
-
Selasa, 23 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
105 Naker Asing Beredar di Pelalawan
PELALAWAN -- Kepala Dinas Tenaga Kerjaa (Disnaker) Kabupaten Pelalawan Nasri,FE menyebutkan saat ini ada 105 Tenaga kerja asing tersebar disejumlah perusahaan di Kabupaten Pelalawan.Dimana setiap Tenaga kerja asing harus didampoingi tenaga ahli yang berasal dari Warga Negara Indonesia (WNI) selama bekerja. …
-
Senin, 22 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Zaini Pertanyakan Kopian SKT Warga Ke Pemda Siak
SIAK -- Persoalan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) kampung Rawang Air putih Kecamatan Siak hingga saat ini belum juga tuntas, dan masih dalah tahap mencari jalan keluarnya. Untuk menyelesaikan masalah CPCL tersebut telah dilakukan puluhan kali pertemuan…
-
Senin, 22 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Masyarakat Dusun Takolu Kampung Kandis Dambakan Penerangan PLN
KANDIS -- Sekitar 30 Kepala Keluarga (KK) RT 02 RK 05 dusun Takolu Kampung Kandis sampai saat ini belum merasakan yang namanya penerangan listrik dari PLN, pasalnya dusun yang terletak di ujung Kecamatan Kandis yang berbatasan dengan Kabupaten Bengkalis ini belum dimasuki jaringan listrik PLN.
-
Senin, 22 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Warga Resah, Tapak Sepatu Berlafadz Allah Beredar di Pusat Perbelanjaan
PELALAWAN -- Warga Pangkalan Kerinci di Kabupaten Pelalawan terutama ummat Muslim dibuat resah, pasalnya sejumlah produk sepatu salah satunya bermerk precise buatan pabrikan Sepatu dari Surabaya ini terlihat Jelas menggunakan lafadz Allah ditapak sepatu buatannya. Hal ini…
-
Senin, 22 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Antisipasi ajaran Sesat, Camat Himbau Masyarakat Ikut Pantau Lingkungan
RAMBAH -- Camat Rambah, mengajak seluruh elemen baik Kepala Desa, RT,RW, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat, ikut berperan memantau wilayah di lingkungan tempat tinggalnya antisipasi masuknya ajaran sesat ke Kabupaten Rohul. Ajakan dan himbauan itu, disampaikan…
-
Senin, 22 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Ahmad Supardi: LGBT Berpotensi Jadi Ancaman Bagi Kehidupan Beragama
PASIR PENGARAYAN -- Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengatakan bahwa fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang akhir-akhir ini marak dan bahkan menjadi isu actual di Indonesia, berpotensi jadi ancaman bagi peningkatan kualitas kehidupan beragama. …
-
Senin, 22 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Mesti Tepat Sasaran
Masyarakat Minta Dana Aspirasi Dewan disalurkan Murni Kebutuhan Rakyat
SELATPANJANG -- Aggaran aspirasi anggota DPRD perlu disorot semua pihak, apalagi dana tersebut mesti disalurkan sebesar besarnya untuk kebutuhan Rakyat bukan disalurkan untuk kepentingan Pribadi dan Kelompok. Hal itu di katakan Din Bangkok warga alah air Timur…
-
Senin, 22 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Walikota Firdaus Hadiri Malam Perayaan Cap Go Me
PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, menghadiri acara perayaan malam Cap Go Me bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau di Jalan Karet Pekanbaru, Ahad 21 Februari 2016 malam. Seperti biasa, acara yang…
-
Kamis, 18 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Baznas Cukup Berperan Dalam Membantu Kehidupan Warga Miskin
SIAK -- Dewan sangat memuji dan menyanjung terhadap pengelolaan zakat yang telah dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Siak. Pasalnya zakat yang berhasil dikumpulkan oleh Baznas Kabupaten Siak, cukup memberi andil positif bagi kehidupan masyarakat yang masuk didalam ketagori miskin. …
-
Kamis, 18 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Kemenbud Minta Pekanbaru Menjadi Kota Smart City
PEKANBARU -- Kementrian Kebudayaan Pariwisata (Kemenbud) melalui Mentrinya Arief Yahya meminta Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menuju smart city dan membuat branding sendiri. Demikian disampaikan Wali kota Pekanbaru Dr Firdaus ST MT melalui Kepala Bagian (Kabag) Humas Pekanbaru,…
-
Kamis, 18 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Dua Desa di Pagaran Tapah Darussalam Terkesan Dianak Tirikan
PAGARANTAPAH -- Desa Pagaran Tapah Darussalam dan Kembang Damai yang berada di Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu terkesan dianak tirikan oleh pemerintah. Pasalnya, di dua desa tersebut sejak beberapa tahun ini pembangunan di bidang infrastuktur bisa dikatakan tidak ada. …
-
Kamis, 18 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Quo Vadis PLN di Rohul
UJUNGBATU -- Sejumlah masyarakat Ujungbatu sangat mengesalkan pemadaman listrik yang dilakukan PLN. Selain tidak tau sebabnya, beberapa hari ini pemadaman listrik berlarut hingga delapan jam lamanya membuat aktifitas masyarakat terhambat. Selain itu, masyarakat juga menilai pemerintah terkesan…
-
Kamis, 18 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
DPRD Kembali Ingatkan Pemko Kelola Baliho dan Reklame dengan Tertib
PEKANBARU -- DPRD Pekanbaru kembali mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk lebih lagi memperhatikan penataan baliho dan reklame. Karena, saat ini masih ada beberapa baliho yang tidak terkelola dengan baik. "Seperti baliho dan reklame yang tidak berizin…
-
Rabu, 17 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Sampah Berserak, DKP Kembali Evaluasi PT MIG
PEKANBARU -- Kendatipun Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sudah menunjuk pihak ketiga yakni PT Multi Inti Guna (MIG) untuk bertanggungjawab dalam pengangkut sampah di Kota Pekanbaru. Namun kenyataannya penumpukan sampah masih banyak ditemukan dibeberapa ruas jalan seperti jalan Nangka.
-
Rabu, 17 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Disnaker Diminta Periksa dan Awasi Sistem Manajemen K3 Perusahaaan
PELALAWAN - Dinas Tenaga Kerja (Disnaaker) Kabupaten Pelalawan diminta untuk Lebih ekstra ketat mengawasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Pasalnya Dewan menilai masih banyak perusahaan di Pelalawan yang belum menerapkan SMK3. "Sesuai PP 50 2012…
-
Rabu, 17 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Dinilai Kangkangi Banyak Aturan, Besok Mahasiswa dan Pemuda Bunut Demo PT Adei
BUNUT -- Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kecamatan Bunut, akan menggelar aksi ke PT Adei Plantation. Aksi demo akan dilakukan, besok Kamis, 18 Februari 2016, di kantor PT. Adei Plantation desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras. Koordinator lapangan (Korlap)…
-
Selasa, 16 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Tarik Wisatawan, ASITA Diminta Promosikan Wisata Riau
PEKANBARU -- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman berharap Association of Indonesian Tours & Travel Agncies (ASITA) Riau bisa membuat paket-paket wisata yang bisa membawa orang lebih banyak datang ke Riau. Hal itu disampaikan Plt…
-
Selasa, 16 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Alfedri Paparkan Potensi Wisata Siak Dihadapan Peserta Musda ASITA Riau
PEKANBARU -- Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, Selasa 16 Februari 2016, berkesempatan memaparkan berbagai potensi wisata yang ada di Kaupaten Siak, dihadapan peserta Musyawarah Daerah (Musda) ke VI Association of Indonesian Tours & Travel Agncies (ASITA) Riau.





