PASIR PENGARAYAN -- Kehidupan para petani karet di Kabupaten Rokan Hulu(Rohul) semakin terjepit, karena pada pekan  ini harganya malah makin anjlok,namun hingga saat ini belum ada Solusi dari Pemerintah.

Sebagaiaman disampaikan salah seorang, Tokoh Masyarakat Rambah, Lahuddin Lubis, di Kota Pasir Pengarayan, Selasa 1 Maret 2016 di rumahnya mengatakan, untuk penjualan getah pekan ini turun Rp 1 ribu/kilogram. Ini sudah membuat ekonomi masyarakat semakin morat-marit.

"Kalau pekan lalu kami masih bisa menjual Rp 5 ribu/kilo, kini harganya hanya sbesar  Rp 4 ribu/kilo, jadi kami mau makan apalagi, apakah pemerintah  tidak mau memperhatikan nasib kami, pemerintah ini kayak tutup mata saja," tuturnya dengan nada sendu.

Lanjutnya, dirinya meminta kepada Bupati Rohul agar mencari solusi bagaimana harga Komodity sawit dan karet bisa normal kembali tolonglah ekonomi masyarakat ini, khususnya petani karet diperhatikan, kemarin katanya akan ada solusi jika harga karet anjlok, namun faktanya tak ada sama sekali.

"Apakah Pemerintah membiarkan kami petani karet ini kelaparan, sebab jika dilihat dari hasil penjualannya, tidak sebanding lagi dengan bahan yang akan dibeli seperti beras, minyak goreng dan lainnya," ulasnya.

Salah seorang warga Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Imam, mengaku sudah memberhentikan anaknya sekolah, karena tidak sanggup lagi untuk mendanainya, karena pemerintah katanya pendidikan gratis tapi bayar uang bulanan juga, bahkan adalagi bayar ini dan itunya.

"Kami tak sanggup lagi menyekolahkan anak,hanyadengan  punya kebun karet,sebab  harganya seperti ini kami tak bisa berbuat apa, anak-anak pun terpksa diberhentikan sekolah," gumamnya terlihat di pelupuk matanya merona.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Tengku Rafli Armen, mengakui penyebab harga getah anjlok , karena dipengaruhi dan faktornya harga karet dunia, dan Solusinya hal ini kemarin sudah disampaikan kepada para petani supaya para memperbaki mutu dari produksi mereka. "Tapi gimanalah solusinya lagi memang begitu harga di pasar dunia," cetusnya.
 
Namun Bupati Rohul, Drs H Achmad MSI sempat membuat suatu terobosan untuk menalangi harga getah tersebut, jika harganya di bawah Rp 10 ribu, jelas Rafli Armen, itu sudah dikonsultasikan tapi ternyata program itu tidak dibolehkan dalam
aturan hukum.

"Gak boleh Pemda Rohul membuat dana talangan tersebut, karena melanggaran aturan keuangan," tutup Rafli Armen yang juga Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rohul.**(lim)