DPD Nilai Pembahasan UU Tapera Terkesan Terburu-buru
Rabu, 24 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
JAKARTA -- Ketua DPD Irman Gusman menilai Undang-undang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) tidak melibatkan stakeholder dalam pembahasannya. Pasalnya, proses pembahasan UU ini terkesan terburu-buru.
“Pembahasan UU ini belum melibatkan stakeholder baik itu masyakat atau daerah. Sehingga terkesannya terburu-buru,” ucap Irman usai FGD ‘Kesejahteraan Sosial atas Rumah; Membedah RUU Tapera’ di Nusantara V Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu 24 Februari 2016.
Terkait melanggar hukum, Irman mengaku akan mempelajari terlebih dahulu UU ini. Untuk itu, FGD yang diselenggarakan hari ini, Rabu, DPD akan membedah RUU Tapera dengan Ikatan Alumni Universitas Sumatera Utara. “Tentu harus kita pelajari. Acara ini dijadwalkan sebelum UU Tapera disahkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, subtansi dalam UU ini juga tidak sesuai dengan intention. Pasalnya perumahan rakyat merupakan yang mendasar, namun kenyataanya UU ini tidak berpihak kepada rakyat.
“UU ini jangan sampai berpihak kepada kelompok tertentu. Harusnya intention-nya kepada rakyatnya, bukan kepada pengelolaan uangnya. Kalau pandangan sementara cenderung sebuah pengelolan keuanganya bukan kepada rumahnya,” kata senator asal Sumatera Barat itu.
Sementara, Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba melihat UU Tapera ada peluang cacat formal. Makanya pada kesempatan ini, pihaknya akan mendapatkan masukan dari stakeholder. “Nantinya akan kami sampaikan kepada pimpinan DPD,” tukas dia.
Menurutnya, sudah banyak pihak yang akan mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK), namun sifatnya baru perorangan. “Bagi kami Tapera merupakan amanat UU, namun bukan bagaimana mencari uangnya. Tetapi harusnya memperkuat tanggungjawab negara terhadap masyarakat yang berpenghasilan rendah,” kata senator asal Sumatera Utara itu.
Semua pendanaanya, sambungnya, dari luar pemerintah. Sehingga pemerintah seolah-oleh melepas tanggung jawab. “Untuk itu Komite II DPD sudah menyiapkan konsep. Namun bagi kami perumahan ini merupakan hak primer, jika dibiarkan bagaimana nasib masyarkat yang tidak bekerja,” papar Parlindungan.
Parlindungan menambahkan, sedangkan di dalam UU Tapera ini hanya mengatur bagi masyarakat yang sudah bekerja. Makanya perlu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP). “Jadi PP ini perlu waktu tiga bulan, maka DPD akan memberikan sikapnya. Kita tahu, masih banyak masyarakat kita khususnya di Indonesia Timur yang tinggal di laut seperti di Maluku yang 90 persen desanya berada di laut,” tegasnya.
Dikesempatan yang sama Ketua IKA-USU Chazali Husni Situmorang mengatakan pihaknya mengkritik sejumlah pasal dalam UU Tapera. UU ini dirasa memberatkan, untuk itu memerlukan pendalaman lebih lanjut.
“Semenjak UU Tapera disahkan, dikritisi oleh IKA USU, karena itu kami berfikir perlu untuk membedahnya bersama-sama dengan DPD,” ucapnya.
Menurutnya, keganjilan dari UU ini dapat dilihat dari aspek kelembagaan, mekanisme pembiayaan, dan status hukumnya. UU Tapera ini tidak melibatkan peran pemerintah namu diandalkan uang pekerja sebesar 3 persen.
“Dana dipungut dari peserta sebesar 3 persen, tapi dikelola oleh pengusaha. Jadi tidak ada keterlibatan negara. Pemerintah hanya dana awal untuk memodali badan pengelola Tapera itu,” tambahnya.**(rls)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Senin, 21 September 2015 - 00:00:00 WIB
Marsiaman Saragih Sesalkan DPRD Riau Paksakan Kunker ke Eropa
Gaungriau.com -- Anggota DPR dari pemilihan Riau Marsiaman Saragih menyayangkan langkah anggota DPRD Provinsi Riau yang tetap memaksakan perjalanan dinas ke luar negeri tanpa mengindahkan kondisi di daerahnya. Kunjungan kerja ke beberapa negara Eropa yang sudah direncanakan sejak tahun sebelumnya, sejatinya tidak harus dipaksakan untuk berangkat…
-
Senin, 21 September 2015 - 00:00:00 WIB
LE : Riau Bagaikan Api dalam Sekam
Gaungriau.com -- Anggota MPR RI RI Lukman Edy menilai provinsi Riau bagaikan api dalam sekam. Setiap saat provinsi di negeri Bumi Lanang Kuning itu bisa meledak apabila tak memperoleh perhatian serius dari pusat. Adanya gerakan massif dari sejumlah tokoh masyarakat Riau yang kembali menuntut perhatian pusat…
-
Sabtu, 19 September 2015 - 00:00:00 WIB
DPD RI Dukung Terbentuknya Provinsi Bolaang Mongndow Raya
Gaungriau.com -- Terkait dengan daerah Pemekaran/ daerah otonomi baru (DOB), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mendukung terbentuknya Provinsi Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang saat ini masih berstatus sebagai Kabupaten Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad…
-
Kamis, 17 September 2015 - 00:00:00 WIB
Legislator Riau Dukung KY Awasi Hakim Sidang Karhutla
Gaungriau.com -- Anggota komisi hukum DPR dari pemilihan Riau Marsiaman Saragih mendukung langkah Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya yang meminta Komisi Yudisial mengawasi serius hakim yang menyidangkan perusahaan pembakar hutan dan lahan. Marsiaman memita selain hakim yang terlibat dalam persidangan, penyidik dari kepollisian dan…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
13 Bandar Tak Operasi
Menpar Arief Yahya Aktifkan Tim Crisis Center
Gaungriau.com -- Menteri Pariwisata Arief Yahya akan mengaktifkan tim Crisis Center untuk menyikapi berbagai hal. Selain masalah erupsi gunung raung, juga adanya asap pekat di seluruh daratan Sumateran, Kalimantan hingga ke Batam mengakibatkan ditutupnya 13 bandara di Indonesia. Menurut Arief Yahya konektivitas dan aksesibilitas pariwisata itu terbesar…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
DPD Minta Evaluasi Sistem Token PLN
Gaungriau.com -- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menilai pulsa listrik alias token yang dijual PT PLN harus dievaluasi secara menyeluruh. Selain tidak transparan, tidak adil, juga menimbulkan kecurigaan bagi masyarakat pengguna listrik. Akibatnya saat ini masyarakat susah untuk memasang listrik bersubsidi kapasitas 450 sampai 900 KWH karena oleh PLN agak…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Legislator dan Senator Riau Diminta Peduli Asap
Gaungriau.com -— Selain meminta pemerintah bertindak konkret, kalangan senator dan legislator dari pemilihan Riau diminta ikut peduli dan memikirkan masalah kabut asap yang menimbulkan kesengsaraan bagi masyarakat Riau. Keseriusan bisa dilakukan dengan menggalan sejumlah rekan legislator lainnya untuk membentuk “panitia angket asap” guna melakukan penyelidikan kebakaran lahan yang terus terjadi…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Akan Longgarkan Penjualan Bir
Fahira akan Temui Tom Lembong
Gaungriau.com -— Rencana Kementerian Perdagangan (Kemendag) merelaksasi Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen Dagri) Nomor 04/PDN/PER/4/2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengendalian Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A, menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat. Pasalnya, aturan baru ini nantinya akan memberikan keleluasaan kepada kepala daerah untuk…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
KAHMI akan Menyelenggarakan "Dialog Nasional Masa Depan Indonesia“
Gaungriau.com -- Menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-49, Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) akan menyelenggarakan "Dialog Nasional Masa Depan Indonesia“. Urgensi acara tersebut relevan dengan perkembangan mutakhir situasi dan kondisi nasional. Ketua Panitia HUT ke-49 KAHMI Ismet Hasan Putro yang juga Ketua Departemen Bisnis…
-
Minggu, 13 September 2015 - 00:00:00 WIB
PKS Minta Maaf Pra Munas Bikin Macet di Cibubur Termasuk Tol Arah Bogor
Jakarta - Ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pagi ini menghadiri acara Pra Musyawarah Nasional (Munas) Kegiatan Rakyat di Cibubur. Imbasnya, area jalan dan sekitarnya menjadi macet parah.
-
Minggu, 13 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Adha Sore Ini
Jakarta - Kementerian Agama RI akan menggelar sidang isbat Minggu sore ini untuk menentukan awal bulan Zul Hijjah 1436 hijriyah. Sidang akan digelar di gedung Kementerian Agama, jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat mulai…
-
Minggu, 13 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penghargaan Untuk Dulman, Petugas yang Tewas Saat Padamkan Kebakaran Hutan
Cianjur - Dulman Effendi (56), Kepala Resort Suaka Margasatwa (SM) Cikepuh (sebelumnya disebut Kepala BBKSDA), Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat yang meninggal dunia saat upaya pemadaman lokasi dianugerahi gelar Anumerta oleh Dirjen Konservasi…
-
Minggu, 13 September 2015 - 00:00:00 WIB
Gudang Plastik di Cengkareng Jakbar Terbakar
Jakarta - Kebakaran terjadi di gudang plastik di Cengkareng, Jakarta Barat. Petugas masih berupaya memadamkan kobaran api. "Kebakaran gudang plastik di…
-
Minggu, 13 September 2015 - 00:00:00 WIB
Begini Kerennya Bandara Kalimarau yang Dipuji Menhub Jonan
Berau - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memuji Bandara Kalimarau, di Berau, Kalimantan Timur. Dia meminta seluruh bandara UPT Perhubungan di Indonesia meniru bandara ini. Seperti apa sih bagusnya?
-
Minggu, 13 September 2015 - 00:00:00 WIB
Pesan Terakhir Adang Joppy dan Firasat Saudara Kembar Soal Tragedi Crane
Bandung - Adang Joppy Lili (58), korban meninggal dunia dalam musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram memiliki saudara kembar, Asep Joli. Sebelum Adang berangkat, Asep mengaku memiliki perasaan yang tak bisa dijelaskan. …



