Bandung - Adang Joppy Lili (58), korban meninggal dunia dalam musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram memiliki saudara kembar, Asep Joli. Sebelum Adang berangkat, Asep mengaku memiliki perasaan yang tak bisa dijelaskan. 

Hal itu diungkapkan Asep saat ditemui di rumah duka, kediaman Adang di Jalan Babakan H Tamim Kelurahan Padasuka Kecamatan Bandung kidul Kota Bandung

"Setelah pengajian di rumah, dia nanya 'sok naon deui anu rek diteupikeun' (apalagi yang mau disampaikan). Saya bilang semoga lancar dan sehat. Lalu saya bilang, harus ikhlas dan siap mati," ujar Asep.

Saat itu jawaban Adang pun menyatakan ia pasrah dan ikhlas meninggalkan keluarga serta harta yang dimilikinya itu untuk pergi ibadah haji. "Iya, udah pasrah. Nitip anak-anak, harta, semua," katanya. 

Adang memang begitu dekat dan sayang dengan anak bungsunya yaitu Adinda Nurilahsari (24). Berulang kali ia menyampaikan pada keluarga yang lain untuk menjaga Adinda yang kerap tak bisa menahan diri dan menangis mendengar ayahnya menitipkan dirinya ke banyak orang.

Sebelum akhirnya berangkat, Asep yang lahir 5 menit sebelum Adang mengaku memiliki suatu perasaan yang sulit diungkapkan. "Ya, rasanya kok ada yang beda. Ternyata, takdirnya seperti ini," tuturnya sedih. Meskipun merasa begitu kehilangan, Asep mengaku ikhlas dan menerima hal ini. 

Sempat hadir ke rumah duka, Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial untuk menyampaikan turut belasungkawa dan menguatkan keluarga untuk tetap tegar dan ikhlas. 
(tya/mad)