SIAK -- Sejak dicanangkan Kabupaten Siak sebagai salah satu Daerah sentral penyuplai daging sapi, populasi sapi di Negeri Istana hingga tahun 2016 sudah mencapai 20300 ekor sapi, melihat perkembangan yang cukup bagus tersebut, Pemerintah Pusat dan Provinsi kembali akan menyalurkan bantuan.

"Ya, Alhamdullilah sejak Kabupaten Siak dicanangkan sebagai daerah penyuplai daging sapi, kita terus melakukan peningkatan dalam hal penanganan ternak sapi secara benar, dan apa yang kita lakukan dilapangan dianggap cukup berhasil, pasalnya jumlah Sapi terus bertambah setiap tahunnya,"terang Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Siak, Hj Susilawati kepada GaungRiau, Selasa 9 Februari 2016.

Atas keberhasilan tersebut, tahun 2016 ini menurutnya Siak kembali akan mendapatkan tambahan bantuan sapi dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, Melihat fakta yang ada terkait lerbhasilan Daerah dalam pengembangan sapi ini myakni dari pusat jenis Brahaman Cros, sedangkan dari Provinsi, jenis sapi bali untuk 12 kelompok tani.

"Bantuan dalam bentuk Sentra Peternakan Rakyat (SPR), dimana satu SPR mendapat sebanyak 1000 sapi induk, sedangkan Kabupaten Siak mendapat bagian tambahan sapi untuk tahun 2016 melalui program secara nasional sebanyak 50 SPR se Indonesia," sebutnya.

Dia menambahkan, program SPR ini merupakan langkah untuk penguatan pelembagaan kelompok tani, yang bertujuan untuk memperpendek mata rantai terhadap harga agar tidak meroket. Apa lagi Siak sudah di launchig oleh Dirjenpertenakan hewan sebagai salah satu Daerah sentral peternakan sapi yang bisa diandalkan.                                        
"Tentunya apa yang dinginkan dari launching oleh dirjen peternakan tersebut harus kita jawab dengan membuktikan dilapangan, kita layak sebagai salah satu sentra produksi daging di Indonesia khususnya di Provinsi Riau,"ujarnya mengakhiri.**(jas)