• Ketua DPRD Bengkalis Heru Wahyudi didampingi Kepala Manager PLN Rayon Bengkalis Manajer Lubbertri Hartoko ketika meninjau kondisi mesin di Desa Pangkalan Batang.

BENGKALIS -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis Heru Wahyudi meminta agarpersoalan krisis listrik di Kabupaten Bengkalis khususnya di Pulau
Bengkalis segera diatasi. Seperti, daya yang disuplai kepada pelanggan maupun kepada calon pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di daerah ini masih belum ideal.

Adanya wacana penambahan daya listrik untuk pelanggan di Pulau Bengkalis yang akan dilakukan pihak Rayon PLN Bengkalis diharapkan segera direalisasikan. Menyusul, kebutuhan masyarakat akan daya listrik terus bertambah dan pembangunan jaringan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis telah tersedia.

“Tentu saja diharapkan kepada PLN segera menuntaskan persoalan listrik di Kabupaten Bengkalis khususnya di Pulau Bengkalis sampai saat ini masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya disela-sela meninjau pembangkit listrik di Desa Pangkalan Batang, Bengkalis, Kamis 4 Februari 2016 siang.

Didampingi Manajer PLN Rayon Bengkalis Lubbertri Hartoko, agar memfasilitasi untuk melakukan koordinasi dengan pimpinan wilayah PLN Riau, untuk mempercepat realisasi penambahan daya di Pulau Bengkalis.

“Intinya, kita meminta agar PLN segera memenuhi kebutuhan listrik di daerah ini. Segera, dan dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi ke PLN wilayah,” katanya lagi.

Sementara, Manajer PLN Rayon Bengkalis Lubbertri Hartoko mengakui, untuk kebutuhan daya listrik terutama di Pulau Bengkalis belum ideal. Saat ini, kapasitas daya yang ada hanya 15,8 MW sedangkan pada beban puncak mencapai 17,8 MW.

“Rencana penambahan 3 MW sudah ada. Di Pulau Bengkalis dengan daya yang ada saat ini memang belum ideal, jika ada penambahan mencapai 20 MW untuk sekarang, baru bisa normal,” ujarnya.

Lubbertri juga menyebutkan, kebutuhan daya listrik dalam kurun waktu setiap tahun di Pulau Bengkalis diperkirakan terus bertambah sebesar 1 MW. “Kondisi seperti itu memang harus ada solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan daya listrik bagi masyarakat di pulau ini karena dalam setiap tahun terus bertambah,” katanya lagi.***(put)‎