Pasca Penetapan Pajak 10 persen
Harga Daging Meroket, Pemotongan Sapi RPH Alami Penurunan
Senin, 25 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
PEKANBARU -- Pasca diterapkannya kebijakan pajak daging sebesar 10 Persen oleh Pemerintah Pusat. Tertanya hal ini ikut memberi dampak terhadap jumlah pemotongan hewan di Rumah Potong yang ada di kota Pekanbaru. Pasalnya, dari kebijakan tersebut ikut membuat harga daging di pasar tradisional meroket naik.
Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kota Pekanbaru melalui Kepala UPT Rumah Potong Hewan Distanak Pekanbaru, Tito Reza Senin 25 Januari 2016 mengakui, jika permintaan daging belakangan ini terjadi penurunan yang sangat siknifikan.
"Akibat kebijakan pajak dari pusat 10 persen, ikut membuat harga daging melambung dan permitaan pun jadi menurun. Hal ini sangat berdampak pada aktivitas pemotongan sapi yang mengalami penurunan jika di bandingkan hari-hari sebelumnya, "katanya.
Ia menjelaskan, normalnya, pemotongan hewan dilakukan mencapai 35 ekor perhari, namun saat ini pihaknya hanya melakukan pemotongan 25 ekor hingga 30 ekor perhari.
"Melambungnya harga daging sapi ini membuat pemotongan sapi dirumah potong sepi,"jelasnya.
Sebagai mana yang diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang(Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Masirba H Sulaiman mengatakan bahwa harga daging sapi di pasar tradisional yang di Kota Pekanbaru mengalami kenaikan.
"Dari pemantauan kita dibeberapa pasar, memang harga daging sapi mengalami kenaikan yang signifikan dari sebelumnya,"ujarnya.
Menurut Irba, meroketnya harga daging sapi ini disebabkan kelatahan pedagang. Pasalnya penerapan PPn 10 persen ini berlaku untuk daging sapi Impor bukan lokal. Sehingga tidak dapat dijadikan patokan bagi mereka untuk menikkan harga daging.
"Yang membuat saya heran itu, hitung-hitungannya dari mana kok bisa harga daging sapi naik. Seperti sekarang BBM turun, harga pajak spare part 0 persen. Sedangkan sapi yang dipotong itu berasal dari Lampung atau Sumbar (Sumatera Barat). Intinya masih sapi lokal juga. Sehingga apa yang membuat harga daging itu mahal. Saya minta pedagang jangan latah untuk menaikkan harga," ungkapnya geram.
Irba menambahkan, jika harga daging dipasar tradisional Pekanbaru mengalami kenaikan yang bervariasi. Seperti Pasar Cik Puan harga daging Rp 120 ribu per kg, bahkan di Pasar Dupa mencapai Rp 140 ribu per kg.
"Memang tidak semua pasar harga daging melejit. Seperti di Pasar Sail harga daging sapi masih normal Rp 110 per kg. Jadi, kenaikan harga ini hanya sepihak dan permainan pedagang untuk mencari untung," kata Irba.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Disperindag Pekanbaru saat ini sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, dengan cara melayangkan surat untuk meminta arahan intervensi harga dilapangan.
"Kita menilai, kenaikan harga sudah 20 persen dan ini tidak normal lagi. Maka sesuai aturan yang berlaku, pemerintah dibolehkan untuk intervensi. Jadi jangan salahkan kami, jika hasil dari intervensi tersebut mebuat harga daging bisa mencapai Rp 80 ribu per kg," katanya mengakhiri.**(saf)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
BUMdes di Rohul Siap Jual TBS Masyarakat ke PKS
Gaungriau.com -- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) di Rokan Hulu (Rohul) menyatakan kesiapannya ditunjuk untuk menyalurkan penjualan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani langsung ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) se Rohul. Ditunjuknya lembaga mikro ekonomi yang berada di…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Dampingi Kepala BKPM Pusat
Firdaus Promosikan Investasi Pekanbaru di Beijing
Gaungriau.com -- Kota Pekanbaru bukan saja dikenal sebagai kota tujuan investasi terbaik seluruh Indonesia, namun juga menjadi daya tarik bagi pelaku usaha dari negara Tiongkok, Cina. Kabag Humas, Setda Pekanbaru, Alek Kurniawan, melalui pesan singkatnya, Rabu16 September 2015 mengatakan, bahwa Walikota undang untuk mendapingi Kepala BKPM pusat…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Wilayah Penambangan Pasir Rupat Mulai Ada Titik Terang
Gaungriau.com -- Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Daerah, Kabupaten Bengkalis Syahrial ST, menyampaikan bahwa untuk Wilayah Penambangan Rakyat (WPR) pulau Rupat yang terus menjadi polemik sudah ada titik terangnya. Hal itu, dikatakan Syahrial, saat lintas koalisi DPRD Bengkalis melakukan rapat membahas soal Penambangan Rakyat dengan…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Pengesahan APBD-P 2015 Pekanbaru Ditargetkan 25 September
Gaungriau.com -- 17 Ranperda yang merupakan Prolegda Pemerintah kota (Pemko) untuk dibahas di DPRD Pekanbaru, sudah resmi ditetapkan sejak beberapa bulan lalu. Namun hingga pekan ketiga September ini, dari 17 Prolegda tersebut, belum ada satu pun yang disahkan. Termasuk Ranperda APBD-P 2015. Ranperda APBD-P 2015 ini,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kabut Asap
Jual Beli Masyarakat Turun 40 Persen
Gaungriau.com -- Akibat bencana kabut asap yang sudah hampir satu bulan ini melanda Kota Pekanbaru dan mengakibatkan penurunan jual beli masyarat dipasar-pasar tradisional. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan bahwa kabut asap yang terjadi beberapa minggu belakangan ini mengakibatkan…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Bencana Asap
Nelayan Bengkalis tak Melaut
Gaungriau.com -- Dampak kabut asap semakin tebal yang melanda Kabupaten Bengkalis beberapa akhir pekan ini, khususnya di perairan selat Bengkalis membuat para nelayan pendapatan ikan mengalami kerugian besar. Salah seorang Nelayan Bengkalis, Zainal (40) warga Pambang Pesisir Kecamatan Bantan, kabupaten Bengkalis. Ia mengatakan, kerugian besar nelayan…






