Irba Himbau Pedagang Jangan Latah Untuk Menaikkan Harga
Minggu, 24 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
PEKANBARU -- Harga daging sapi di sejumlah pasar di Indonesia mengalami kenaikan, tidak terkecuali di Pekanbaru. kenaikan ini terjadi
pasca ditetapkan PPn 10 persen oleh Pemerintah terhadap sapi impor.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman mengakui jika harga daging sapi di pasar tradisional yang di Kota Pekanbaru mengalami kenaikan.
"Dari pemantauan kita dibeberapa pasar, memang harga daging sapi mengalami kenaikan yang signifikan dari sebelumnya,"ujarnya, Ahad 24 Januari 2016, ketika dihubungi melalui telpon selulernya.
Menurut Irba, meroketnya harga daging sapi ini disebabkan kelatahan pedagang. Bahkan dirinya sangat menyangkan jika penerapan PPn 10 persen ini dijadikan patokan bagi mereka untuk menikkan harga daging. Pasalnya penerapan ini hanya berlaku khusus sapi impor bukan sapi lokal.
"Yang membuat saya heran itu, hitung-hitungannya dari mana kok bisa harga daging sapi naik. Seperti sekarang BBM turun, harga pajak spare part 0 persen. Sedangkan sapi yang dipotong itu berasal dari Lampung atau Sumbar (Sumatera Barat). Intinya masih sapi lokal juga. Sehingga apa yang membuat harga daging itu mahal. Saya minta pedagang jangan latah untuk menaikkan harga," ungkap Irba sedikit jengkel.
Irba menambahkan, jika harga daging dipasar tradisional Pekanbaru mengalami kenaikan yang bervariasi. Seperti Pasar Cik Puan harga daging Rp 120 ribu per kg, bahkan di Pasar Dupa mencapai Rp 140 ribu per kg.
"Memang tidak semua pasar harga daging melejit semua. Seperti di Pasar Sail harga daging sapi masih normal Rp 110 per kg. Jadi, kenaikan harga ini hanya sepihak dan permainan pedagang untuk mencari untung," kata Irba.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Disperindag Pekanbaru saat ini sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, dengan cara melayangkan surat untuk meminta arahan intervensi harga dilapangan.
"Kita menilai, kenaikan harga sudah 20 persen dan ini tidak normal lagi. Maka sesuai aturan yang berlaku, pemerintah dibolehkan untuk intervensi. Jadi jangan salahkan kami, jika hasil dari intervensi tersebut maka harga daging bisa mencapi Rp 80 ribu per kg," tegasnya.**(saf)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Pengesahan APBD-P 2015 Pekanbaru Ditargetkan 25 September
Gaungriau.com -- 17 Ranperda yang merupakan Prolegda Pemerintah kota (Pemko) untuk dibahas di DPRD Pekanbaru, sudah resmi ditetapkan sejak beberapa bulan lalu. Namun hingga pekan ketiga September ini, dari 17 Prolegda tersebut, belum ada satu pun yang disahkan. Termasuk Ranperda APBD-P 2015. Ranperda APBD-P 2015 ini,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kabut Asap
Jual Beli Masyarakat Turun 40 Persen
Gaungriau.com -- Akibat bencana kabut asap yang sudah hampir satu bulan ini melanda Kota Pekanbaru dan mengakibatkan penurunan jual beli masyarat dipasar-pasar tradisional. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan bahwa kabut asap yang terjadi beberapa minggu belakangan ini mengakibatkan…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Bencana Asap
Nelayan Bengkalis tak Melaut
Gaungriau.com -- Dampak kabut asap semakin tebal yang melanda Kabupaten Bengkalis beberapa akhir pekan ini, khususnya di perairan selat Bengkalis membuat para nelayan pendapatan ikan mengalami kerugian besar. Salah seorang Nelayan Bengkalis, Zainal (40) warga Pambang Pesisir Kecamatan Bantan, kabupaten Bengkalis. Ia mengatakan, kerugian besar nelayan…



