• Ratusan massa berunjuk rasa di PKS PT Kalda dengan kawalan aparat Kepolisian dan TNI.

KABUN -- Terkait adanya potongan dan timbangan diduga tidak normal. Ratusan massa, Rabu 20 Januari 2016 sekitar pukul 08.15 Wib, mengadakan unjuk rasa  di Pabrik Kelapa Sawit (PKS)  PT Kalda di Desa Aliantan  Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Para pengunjuk rasa atau aksi damai dari anggota Seluruh Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang dipimpin Koordinator umum, Abu Sama alias Ucak, sedangkan pendemo  berjumlah sekitar 150 orang.

Adapun tuntutan pengunjuk rasa yaitu karena adanya pihak ketiga yang memasukan Tandan Buah Segar (TBS), kelapa sawit ke pabrik PKS yang berdampak harga tidak stabil, karena itu ketua SPSI mengajukan tuntutan yakni,  potongan terlalu tinggi, timbangan di PKS PT Kalda tidak Normal dan harga kelapa sawit di PT Kalda tidak normal dan sortiran buah terlalu parah.

Rombongan pengunjuk rasa diterima Manejer A. Sidabutar, Adm,  Rusmin laowe, Humas, Weidiyanto, Papam, Abu di Kantor PKS PT Kalda di Desa  Aliantan, Kecamatan Kabun.

Terlihat hasil rapat yang dipimpin Manejer PT Kalda A.Sidabutar, menjelaskan tuntutan itu akan dilaporkan ke pimpinan pusat di Medan, kemudian semua pihak harus  menunggu hasil keputusan tersebut.

Namun, saat hal ini dkonfirmasi dengan Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalaui Paur Humas IPDA Efendi Lupino membenarkan peristiwa tersebut.

"Tapi aksi pengunjung rasa serta mediasi berkahir pada pukul 10.00 Wib, dari pantauan di lapangan selama giat berlangsung situasi tertib, kondusif  dan aman, sebab personil Polri yang turun saat itu, BKO dari Polres 60 orang, 15 personil dari Polsek Kabun, kemudian dibantu dari pihak TNI," pungkas Efendi Lupino.**(her)