PELALAWAN -- Meski Kabupaten Pelalawan memiliki sejumlah destinasi wisata,namun amat disayangkan hingga saat ini belum dikelola dengan baik, fasilitas pendukung tujuan wisata  juga masih sangat ala kadarnya. Kondisi ini membuat warga Pelalawan lebih memilih keluar daerah, mencari objek wisata lain, mengisi waktu liburan.

"Kita di Kabupaten Pelalawan memiliki sejumlah objek wisata. Tapi itulah, kondisinya memprihatinkan. Dari tahun ke tahun hanya sekedar inventarasir saja. Jadilah, objek itu tak jadi-jadi," ungkap Rahman (45) warga Pangkalan Kerinci, Ahad 27 Desember 2015 sebelum berangkat menuju berwisata ke Sumbar, kemarin. 

Rahman bersama keluarga memilih Sumbar sebagai lokasi menghabis waktu libur bersama keluarganya, karena di sana banyak objek yang bisa dikunjungi dan dikelola dengan baik oleh swasta maupun pemerintah. 

"Biar capek sedikit, kita pilih Sumbar sajalah. Ini bukan karena daerah kita tak punya tempat untuk dikunjungi, tapi kondisinya sejak puluhan tahun sampai kini, begitu-begitu saja,"papar pria pemilik kebun sawit luas ini.
 
Ia pun menyebut. Sebenarnya lokasi objek wisata Bono di Teluk Meranti bisa menjadi alternatif yang menarik. Tapi karena fasilitas pendukung, terutama infrastruktur jalan bak lumpur saat hujan menjadikan objek itu tidak terlalu populer, meski gaungnya sudah mendunia. 

"Meski kehebatan Bono sudah mendunia, namum bagi warga daerah, masih biasa-biasa saja. Hal ini disebabkan fasilitas dan pendukung lainnya sangat menyedihkan. Rasanya mau bersumpah bang saya tak mau lagi ke sana. Terutama jika jalan ke sana belum diperbaiki. Parah dan sangat parah,"ujarnya. 

Begitu pula sambungnya, Pelalawan juga punya objek wisata Sejarah, yakni Istana Sayap. "Tapi pasca kebakaran beberapa tahun lalu sampai sekarang juga belum kunjung selesai dibangun. Begitu pula katanya ada Danau Kajuik, ya sekarang kan banjir. Apanya mau ke sana. Makanya warga milih keluar kota. Karena di ibu kota kabupaten sendiri tak ada alternatif lain. Paling anak-anak berenang di kolam renang hotel atau berkumpul ditaman pusat perbelanjaan,"paparnya. 

Dikatakan Rahman, berapa banyak kontribusi untuk daerah jika objek wisata yang ada dikelola dengan baik, bukan sebatas hayalan. "Kalau sekarang, kita seakan menghayal bang. Kononnya banya objek wisata, tapi tak bisa dinikmati masyarakat. Ya, ramai-ramailah warga menyumbangkan PAD untuk daerah orang,"ujarnya sambil berharap do'a agar perjalanannya dan keluarga lancar dan selamat.**(ham)