PEKANBARU -- Terkait dengan gonjang ganjing julukan kota Bertuah yang dikaitkan dengan kota madani oleh orang yang mengaku dari kelompok masyarakat, mulai mendapat tanggapan dan penjelasan positif dari tokoh- tokoh di Pekanbaru.

Ketua Majelis Kerapatan Adat LAM Riau Nurhasyim mengatakan bahwa kedua slogan tersebut bisa saja dipakai. Karena artinya sama-sama positif.

"Pekanbaru bisa dipakai kedua-duanya, selain itu di dalam perda tidak bertentangan dan menjadikan Pekanbaru sebagai pusat kebudayaan Melayu," jelasnya, kemarin. 

Secara resmi lanjutnya, memang tidak ada koordinasi dengan LAM Riau untuk penamaan tersebut, secara substansi Madani dan Bertuah tidak bertentangan dengan nilai budaya Melayu.

"Jadi dua-duanya kita tahniah, kecuali kalau mau dijadikan Pekanbaru ini yang bertentangan dengan kebudayaan memang akan kita awasi," lanjutnya.

Ia menambahkan, slogan Pekanbaru Kota Bertuah ini sudah ada sejak zaman Farouq Alwi memerintah Kota Pekanbaru. Memang slogan tersebut pada zaman itu sudah bagus dan dipakai hingga saat ini.

"Tapi untuk Madani dan terpaut dengan visi walikota sekarang dan tidak bertentangan, maka kita ucapkan tahniah. Jadi hal tersebut tidak masalah dan Pekanbaru bisa saja jadi dua slogan," lanjut Nurhasyim.

Selain itu, apapun yang menjadi istilah slogan untuk Pekanbaru, harus mempunyai indikatornya terlebih dahulu. Apa indikator dari madani tersebut harus dibuat dan jika hanya sebuah nama bisa saja orang lain juga menamakan Pekanbaru sesuai jargonnya.

"Makanya, madani itu indikatornya seperti apa. Karena kita sudah ada perda, makanya Pekanbaru akan kita minta untuk mendiskusikan hal tersebut," tutupnya.**(saf)