Disnakertrans Dumai Siapkan SDM Hadapi MEA
Senin, 04 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
DUMAI -- Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah diberlakukan akhir Desember 2015 lalu. Seiring itu, persaingan bursa tenaga kerja semakin ketat dan kompleks. Agar tidak kalah bersaing dengan negara luar, maka SDM lokal sangat perlu disiapkan.
"Menciptakan sumber daya manusia (SDM) siap saing harus dilakukan. Kalau tidak, kita akan jadi penonton di negeri sendiri,"hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kota Dumai H. Amiruddin kepada wartawan diruang kerjanya, Senin 4 Januari 2015.
Menurutnya, sepanjang tahun 2015 Disnakertrans Kota Dumai sudah mengadakan berbagai program pelatihan ketenagakerjaan bagi masyarakat Dumai miskipun dana APBD Dumai tergolong minim dan tak mampu mengakomodir seluruh program pelatihan yang direncanakan.
Dalam meningkatkan SDM di Kota Dumai, sejumlah perusahaan juga diajak untuk bekerjasama melalui program CSR-nya. "Jika tenaga kerja sudah terlatih, otomatis meraka dapat disalurkan dan ditampung di perusahaan-perusahaan yang ada. Dan pelatihan tenaga kerja yang kita lakukan sesuai kebutuhan perusahaan dan pasar kerja yang tersedia,”jelas Amiruddin.
Masih kata Amiruddin, Disnakertrans Dumai juga akan melaksanakan pelatihan dengan menggunakan dana APBD Tahun 2016 untuk 120 orang pencari kerja. Diantara pelatihan yang akan dilaksanakan adalah, Welder Sertifikasi, Boiler Sertifikasi, Pelatihan Salon, Pelatihan Menjahit, Bordir, Lokomotif dan Pelatihan Instalasi Listrik.
"Sementara untuk pelatihan usaha mandiri, Disnakertrans akan menggandeng perusahaan melalui dana tanggungjawab social atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang beroperasi di Dumai,"katanya.
Dijelaskannya, MEA tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja professional. Untuk itu tenaga kerja local harus memiliki daya saing tinggi.
Untuk itu, pemerintah daerah diharapkan mengambil peran untuk meningkatkan rasa percaya diri SDM local. Tidak saja melalui peningkatan kompetensi di bangku sekolah dan sistem pembelajaran yang terus ditingkatkan, namun pelatihan keterampilan tenaga kerja wajib dilakukan.
Seperti diketahui, pemerintah Indonesia telah menetapkan 12 sektor prioritas yaitu pariwisata, kesehatan, logistik, penerbangan, komunikasi dan informatika, pertanian, kayu, karet, otomotif, tekstil atau garmen, elektronik dan perikanan.
Seiring dengan hal tersebut, pemerintah harus menyiapkan beberapa strategi kebijakan untuk mempersiapkan tenaga kerja. Pertama adalah percepatan penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKNNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) di semua sektor.
Pelatihan kerja dan sertifikasi kompetensi kerja merupakan bagian penting dari investasi sumber daya manusia yang berkualitas dan dalam persaingan global, kompetensi sangat penting sebagai bukti otentik atas kompetensi kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.
“Salah satu upaya yang kita lakukan adalah mempersiapkan SDM terampil melalui pelatihan-pelatihan dengan menggunakan dana APBD Dumai serta dana CSR perusahaan,”tambahnya.**(yus)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Pengesahan APBD-P 2015 Pekanbaru Ditargetkan 25 September
Gaungriau.com -- 17 Ranperda yang merupakan Prolegda Pemerintah kota (Pemko) untuk dibahas di DPRD Pekanbaru, sudah resmi ditetapkan sejak beberapa bulan lalu. Namun hingga pekan ketiga September ini, dari 17 Prolegda tersebut, belum ada satu pun yang disahkan. Termasuk Ranperda APBD-P 2015. Ranperda APBD-P 2015 ini,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kabut Asap
Jual Beli Masyarakat Turun 40 Persen
Gaungriau.com -- Akibat bencana kabut asap yang sudah hampir satu bulan ini melanda Kota Pekanbaru dan mengakibatkan penurunan jual beli masyarat dipasar-pasar tradisional. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan bahwa kabut asap yang terjadi beberapa minggu belakangan ini mengakibatkan…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Bencana Asap
Nelayan Bengkalis tak Melaut
Gaungriau.com -- Dampak kabut asap semakin tebal yang melanda Kabupaten Bengkalis beberapa akhir pekan ini, khususnya di perairan selat Bengkalis membuat para nelayan pendapatan ikan mengalami kerugian besar. Salah seorang Nelayan Bengkalis, Zainal (40) warga Pambang Pesisir Kecamatan Bantan, kabupaten Bengkalis. Ia mengatakan, kerugian besar nelayan…



